THE BOY : APA YANG TERJADI, Brahms?

, , 7 comments
Uh kenapa bisa ke holiday 88, yang awalnya tidak ada dalam schedule? Nah hari ini adalah jadwal saya LES di pukul 02.00 wib. Sesampainya disana ternyata tutup, dan perkataan Miss minggu lalu ternyata maksud nya ini, 
"kita bakal libur Imlek jadi sampai jumpa minggu depannya," lah yang sekarang bukan tanggal merah lagi dan gue prediksi tempat LES  buka.

Mau calling pihak LES tapi saya nggak save contact mereka, yasudahlah saya tanya temen lagi dimana ternyata mereka lagi on stay di Mpek-mpek Tini, dan itu tidak jauh dari lokasi saya saat ini. Saya berkabar ke mereka bahwa saya akan menyusul.

Saat itu rintik-rintik hujan sedang menari-nari indah yang efeknya pakaian saya terkena titik-titik air, hingga saya sampai ketempat janjian, disana mereka langsung terlihat, di pojok depan yang jauh dari layar televisi, dasar wanita perpojokan, ya begitu haha...

Rencana di re-schedule.  Pertama,  menemani Dinda yang hendak membeli case hp dan mengganti anti gores yang sudah uzur. Kedua, mari menonton The Boys di Holiday 88. 
(sumber)
Review our movie.

Datang wanita dari kota dengan tujuan menjadi pengasuh anak yang bernama Brahms, Brahms tinggal bersama kedua orangtua yang sudah lanjut usia. Orangtua Brahms memberikan tanggung jawab kepada Greta (nama wanita itu) untuk mengasuh, merawat dan menjalankan aturan yang sudah bertaun-taun orangtua Brahms jalani. Mulanya Greta diajarkan, diberitahu, dan wanita itu juga mempraktekkan semuanya hingga mengerti.

Tiba saatnya, pagi itu kedua orangtua Brahms pergi dengan tujuan ingin berlibur karena selama bertahun-tahun tidak mendapatkan waktu untuk berlibur, maka Brahms dipindah tangan ke wanita itu. Untuk diawal Greta tidak menjalankan aturan yang telah dituliskan dalam lembar kertas, dia hanya makan, membaca majalah dan bersantai sejak orangtua Brahms pergi. Memang sebelum pergi, ibu Brahms berbisik “maafkan saya” kepada Greta.

Selang beberapa hari Brahms mulai menunjukkan sikap yang aneh, mulai dari mengembalikan sepatu Greta, Brahms menyediakan makanan kesukaan Greta. Hingga Greta tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Brahms. Mulai hari itu Greta selalu memperhatikan Brahms dari membangunkannya, mengganti pakaian, memberi makan, mendengarkan musik, mendongeng-kannya serta aktivitas malam Brahms semua Greta lakukan.

“Brahms anak yang baik jika aturan yang telah ada dilakukan semua, Brahms telah meninggal sejak 20 tahun yang lalu akibat kebakaran rumah ini. Dulu Brahms pernah memiliki temen wanita yang sering sekali datang kerumah ini, tetapi suatu ketika setelah hari ulangtahun Brahms, wanita kecil itu ditemukan tewas di hutan, pihak polisi mencurigai bahwa Brahms yang melakukannya. Tetapi saat hendak mengintrograsi, rumah Brahms mengalami kebakaran dan korban dalam kebakaran itu adalah Brahms. Orangtua Brahms sangat sedih dengan kehilangan anak satu-satunya, hingga mereka menemukan boneka ini dan 20 tahun ini merawatnya.” Ungkap Malcolm, pemasok kebutuhan dapur.

Mendengar cerita Malcolm, Greta masih tetap akan mengurus Brahms dan wanita itu percaya bahwa Brahms tidak akan menyakitinya. Dihari itu saat Brahms sedang bersama Greta, terdengar suara seseorang yang sedang bermain bilyar, Greta dan Brahms melihat siapa orang yang sedang bermain bilyar. Greta mengira bahwa yang sedang bermain bilyar adalah Malcolm, bukan tetapi Cole.

Cole adalah pacar Greta, yang menjadi salah satu alasan Greta menerima pekerjaan ini karena Cole telah merusak kehidupannya, Cole telah menghamili nya dan tidak bertanggung jawab, Cole hanya mabuk-mabukan. Sampai Greta pergi jauh dari kehidupan Cole, malah Cole yang datang. Akibat kejadian ini, Greta juga kehilangan anak yang dikandung nya, wanita itu sedih dan dia tahu apa yang dirasakan orangtua Brahms sama dengan yang ia rasakan.

Cole mengajak Greta pergi esok hari, dan ia hanya bisa berkata “baiklah”. Dan malam itu setelah menyelesaikan semua aturannya, Greta tidur bersama Brahms dan wanita itu berkata “jangan takut Brahms, aku tidak akan meninggalkan mu”. tidurlah mereka dan terjadilah kejadian adanya tetesan darah yang jatuh ke kening Cole malam itu, serta terdapatnya bacaan “get out” di kaca rumah besar itu. Cole marah besar dan menuduh Greta yang telah melakukannya, tetapi Brahms duduk disalah satu kursi di ruang Bilyar. Cole marah dan Greta berteriak “jangan lakukan” dan terdengar oleh Malcolm yang on stay di dalam mobil segera masuk ke rumah. Cole tidak mendengarkan perkataan Greta dan Malcolm, kemudian dia hempaskan Brahms hingga pecah.
Lampu dan seisi rumah bergetar, dengan di dengarnya suara yang berasal dari kaca besar yang ada diruangan itu, Cole mendengarnya. Dan kemudian kaca besar itu pecah dan terdengar lah suara yang memanggil “Greta” lalu dari kaca besar itu keluarlah seseorang yang ternyata Brahms dengan wajah aneh nya, dengan topeng putihnya.

Dia Brahms tetapi bukan manusia, dia seperti manusia topeng yang aneh. Brahms mengajak Greta pergi tetapi Malcolm tidak membiarkan nya, saat itu Brahms marah dan melakukan hal-hal jahat. Hingga  Greta dan Malcolm sudah berada di jalan buntu, tidak bisa keluar, maka Malcolm yang menahan Brahms agar Greta bisa menemukan jalan keluar. Setelah Greta berhasil keluar, wanita itu berlari dan ternyata masuk kerumah kembali. Greta menemui Brahms dan menjadi Greta yang semula, Greta menyuruh Brahms tidur karena sudah malam dengan mengantarkan Brahms ke tempat tidur tetapi dengan tidak memberikan kecupan, Brahms lalu menarik tangan Greta dan Greta kemudian melakukan aturan nya. Saat kecupan itu Brahms bereaksi yang membuat Greta menusuk perut Brahms, Brahms marah dan membanting Greta kedinding dan jatuh. Brahms mencekik leher Greta tetapi Greta tidak diam saja, Greta mencabut pisau dan menusuk lagi ke perut Brahms hingga ia tidak bergerak.

Greta pergi meninggalkan Brahms dan mencari Malcolm, pergi membawa Malcolm dengan mobil hingga Malcolm terbangun dan mereka terus melakukan perjalanan. Di rumah itu Brahms masih hidup dan dia memperbaiki boneka (sorotan camera hanya tertuju ke mata boneka itu) dilain tempat Greta hanya tersenyum.

Tentang kedua orangtua Brahms, mereka sudah mati. Mereka memutuskan mengakhiri hidup dengan pergi ke laut dan mati bersama disana, mereka seperti sudah lelah merawat dan mengurusi Brahms. Dengan surat yang orangtua Brahms kirimkan yang isinya “wanita itu menjadi milikmu, sekarang”. Selesai!


Dan tiga wanita super ini tidak menyangka akan ending seperti itu, yang diprediksi Greta akan mati karena ia hanyalah tumbal, atau hal- hal horor lainnya, lah malah Cuma begituan. Duuh sayang banget beli ticket Cuma lihat film beginian uuu... Pulang-pulang hanya bisa cerita, curhat ke blog, dengan harapan menjadi alat bantu buat movie lover agar tidak memilih the boy.

Kalau saya dan temen-temen salah, atau kamu berhasil mendapatkan inti atau point dari film tersebut, tidak salah jika kamu berbagi ke saya dengan cara menguraikan nya di kolom komentar. Jujur, yang saya tangkep hanya "Jika kita baik dengan orang, maka orang tersebut akan baik kepada kita" atau saya kasih beberapa clue seperti apa cerita dari wanita kecil temen nya Brahms? lalu kenapa Brahms selama ini hanya tinggal disuatu ruang rumah besar itu? dan misteri lainnya...

©Pekanbaru, 10 February 2016 @Cicajoli 

7 comments:

  1. hmmm jadi penasaraan tp aku sebelumnya nggak tertarik lho hhihi
    thanks for the good review siss

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Pengucapannya iya, tapi tulisannya salah hehe :D

      Delete
  3. aku malah suka the boy...kyaknya kalau brahms nya ga kebakar wajahnya pasti ganteng wajahnya secara waktu kecilnya dia lucu imut2 gtu wajahnya brahms kecil ...dan lagi pasti si greta ga akan ninggalin si brahms kalo ganteng......secara atuh kan brahms orang kaya ...rumahnya aja kayak puri kerajaan....hihi knapa yah ga oplas aja....eh tapi nanti judulnya jadi ganteng2 psikopat lagi ...hihi

    ReplyDelete
  4. Menurutku filmnya bagus,gak disangka2 loh
    Jd bikin kaget krn tbtb si brahms yg asli bnr2 keluar
    Tapi kayaknya yg buat film sengaja bikin penasaran ya
    knp brahms msh hdp ? Knp dia bersembunyi? Dan apa bnr dia yg bunuh temannya?
    pemaparan ttng sosok brahms kurang digali disini
    Jd masih ngegantung gt

    ReplyDelete
  5. Emang akhirnya agak gantung. Kita tunggu aja the boy 2. Aku sih pribadi suka dgn the boy karna endingnya ga diduga. Awalnya ku duga boneka kaya annabele atau chaki yg dirasuki arwah. Taunya bukan. Mungkin semua terjawab the boy 2

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.