Makan besar ala publik figur?

Makan bersama orang tersayang, sering dilakukan bersama keluarga saat makan malam, bantuin Mama masak dan ada Adik ikut bantuin mempersiapkan piring gelas sendok garpu di meja makan, semua punya tugas masing-masing dan itu semua membuat pekerjaan menjadi ringan. Begitu pula dengan suatu acara besar yang diharapkan bisa berjalan lancar dan memukau, sebelumnya sudah dibahas dan dibagi tugas masing-masing, yang nantinya akan ada laporan progress nya.

Singkat banget tentang pemilihan LO untuk acara besar tersebut, saya yang sebenarnya hanya orang dibelakang layar social media, tenyata dipilih sebagai LO Bu Melly dan Pak Anto. Ditugaskan untuk meng-handle mereka selama berada di Kota Pekanbaru, mulai dari monitor tiket pesawat, penjemputan di Airport, dan itinerary lainnya. So, dimanapun mereka berada saya akan selalu mendampingi. 

Dampak dari tugas tersebut adalah, saya akan sering masuk frame di momen-momen tertentu, seperti gambar diatas, disana saya sedang makan siang bersama mereka. Jika ada yang bertanya, gimana perasaan saya saat berada didekat mereka? saya dengan yakin menjawab biasa saja, hanya saja karena mereka lebih tua dari pada saya makanya saya lebih menjaga sikap dan ucapan. 

Dari kesempatan ini saya banyak bersyukur, selama ini nggak pernah mimpi bertemu penyanyi selevel Melly dan Anto, ternyata Allah pertemukan saya dan Allah kasih bonus dengan memberi waktu dimana saya lebih dekat dengan mereka. Yang saya pahami adalah saya bekerja dan di amanahkan menjadi LO, dan mereka juga memahami bahwa saya adalah pendamping mereka selama di Kota Pekanbaru.

Selama itu masih sama-sama paham, saya rasa semua akan baik-baik saja, semua akan berjalan dengan sebagaimana mestinya, lebih banyak belajar lagi biar menjadi LO yang baik dan bisa bermanfaat bukan hanya untuk mereka tapi untuk saya pribadi. Nah sudah terjawab kan saya makan bersama siapa? ;)

Punya cerita sebagai LO artis? yuk mulai cerita.


©Pekanbaru, 22 September 2017 @Cicajoli  
Mulai kangen sama saya kan?

Mau mulai dari mana ya, tadi udah nulis panjang-panjang eh malah ke hapus. Uh derita nulis langsung di blog ya kayak gitu. Undo Redo nya nggak main :( beberapa bulan ini saya disibukkan dengan kerjaan kantor yang menyenangkan dan ditambah lagi dengan keikutsertaan saya dalam penerimaan cpns kemenkumham tahun ini. Dilihat dari niat yang sebenarnya nggak excited banget karena gak mau pisah dengan kamu *eh

Akhirnya saya mendaftar sehari sebelum penutupan, lengkapi data ini dan itu dan ketika pengumuman administrasi saya dinyatakan lulus. Jarak hari dari pengumuman ke hari ujian hanya 3 hari, jadi waktu yang seharusnya saya manfaatkan untuk belajar malah saya sia-siakan. Bukan ding, akibat kerja juga makanya waktu belajar terabaikan.

Dengan prinsip "Apapun yang dihadapi, maka selesaikan" maka dihari H, yang ternyata hari terakhir ujian, terjadi drama yang menyebalkan, dimana saya salah menggunakan jilbab yang seharusnya bewarna hitam saya malah memakai yang warna hijau. Panitia menyuruh saya mengganti dan gimana caranya, akhirnya saya mendapatkan jilbab yang ditentukan. 

Drama sebelumnya adalah saya salah lokasi ujian, yang seharusnya dekat banget dengan rumah malah saya pergi ke lokasi yang jauh nya minta ampyuun dan bukan lokasi ujian yang tepat. Udah bete banget saat itu, tapi bagaimana? saya harus tinggalkan lokasi yang jauh tersebut dan mendatangi lokasi ujian yang sesungguhnya. Ternyata sampainya di lokasi ujian, dilarang parkir di area ujian yang tertulis segede gajah spanduk disekitaran lokasi ujian.

Mau nggak mau saya kembali ke rumah dan meminta adik saya untuk mengantarkan saya ke lokasi ujian. And the end, saya belum memenuhi passing grade yang sudah ditentukan dan selesailah perjuangan saya disiang itu :( 

Saya menyesal, tapi tidak bisa menentang karena saya yang salah. Melawan orang seluruh Indonesia yang terdaftar dalam cpns kemenkumham tahun ini, tanpa belajar? saya rasa non sense. Karena usaha yang besar maka akan mendapat hasil yang besar pula, semoga ada rezekinya di kesempatan baik lainnya, baik dalam karir dan jodoh.

Pulang-pulang saya naik gojek gegara ban motor bocor, dan "kamu penumpang ke-5 bapak yang nggak lulus ujian ini", katanya kepadaku :"


©Pekanbaru, 21 September 2017 @Cicajoli  
Hai selamat malam, sudah lama nggak nulis, sudah lama nggak balesin komentar dan sudah lama nggak blog walking. Mohon maaf ya semua karena kerjaan yang nggak henti henti minta di selesaikan jadi blog pribadi harus dikesampingkan sebentar, iya sebentar nggak sampai doi tuir kok hihi..

Apa kabarnya? semoga dalam keadaan baik dan tetap semangat ya, karena waktu terus berjalan, sayang dong kalau hanya dimanfaatkan dengan bermalas-malasan *apasih :D Oke, di postingan ini saya akan cerita tentang perjalanan pulang saya bersama Bapak Gojek. Dan ini adalah perjalanan pertama saya semenjak Gojek bisa beroperasi di Pekanbaru.

Hujan. Iya sedang hujan dan hujan nya lama banget berhenti/reda, mungkin dia ingin nangis sejadi-jadinya menghilangkan masalah dan beban yang selama ini telah ia pendam. *lah


Jadi karena hujan yang tak kunjung reda, akhirnya adik saya memutuskan tidak menjemput saya yang sedang berada di kantor hingga pukul 18.36, saya coba minta tolong ke yang lain tapi jawaban mereka tidak ada yang "yes, i want". Oke gak masalah toh hujan menjadi alasan mereka. 

Daripada menunggu lama dan nggak mungkin juga harus lebih lama lagi dikantor, akhirnya saya membuka aplikasi Gojek, pilih Go Ride dan menunggu siapa yang akan mengantarkan saya pulang. Dan nggak lama kemudian bapak nya datang dan perjalanan pun dimulai.

Selama diperjalanan rasanya aman aja, merasa nyaman dengan adanya obrolan yang saya dan bapak lakukan, obrolan tentang gopay serta cerita waktu operasional gojek itu jam berapa aja. Obrolan tidak selesai karena sudah sampai ke tujuan.

Apa yang saya dapat dalam perjalanan gojek hari ini adalah bahwa mencari rezeki itu tidak melihat siang, sore ataupun malam, dalam kondisi apapun selama itu masih dirasa mampu maka tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya. Betapa baik dan semangat nya beliau mencari nafkah untuk keluarga dirumah, saya yakin bahwa orang rumah selalu dan tak henti mendoakan beliau dimanapun beliau berada, karena saya percaya bahwa doa adalah penyempurna usaha/ikhtiar.

Semoga hujan malam ini membawa keberkahan untuk semua umat yang berjuang di jalan Allah, dihari yang berkah, hari Jum'at. Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa bahagia :)

©Pekanbaru, 08 September 2017 @Cicajoli