·

Review Film Indonesia “Ghost in the Cell” terbaik 2026

 

ghost in the cell

Ditayangkan di 86 negara. Dan penayangan pertama bukan di Indonesia, melainkan di Negara Jerman.

Terinspirasi dari Lapas Sukamiskin di Bandung, film Ghost in the Cell bukan menyewa Lapas untuk shooting. Namun, tim produksi memutuskan untuk membangun set penjara sendiri dari nol. Alasannya agar mereka punya kontrol penuh atas estetika film ini.

Ringkasan Cerita

Menggabungkan komedi, satir, dan horror dalam Cerita. Tahanan bernama Anggoro yang masa tahanannya tinggal 7 bulan lagi mengalami ketidakpastian karena Anggoro sering berantam di penjara.

sedangkan kedua anaknya sudah mengingatkan agar Ayahnya tidak berkelahi lagi dan bisa keluar penjara sesuai waktunya, dan mereka bisa berkumpul bersama kembali

Cerita ini berubah setelah kedatangan seorang tahanan baru masuk dan memicu rangkaian kematian brutal yang tidak wajar.

Rupanya, ada entitas gaib di dalam penjara tersebut yang mengincar narapidana dengan aura negatif. Para penghuni penjara—mulai dari napi kelas bawah hingga pejabat—bersatu dan mencoba "menjaga aura positif" demi bertahan hidup di penjara.

Keseruan cerita ini harus kamu tonton di bioskop karena sejak tulisan ini tayang, film Ghost in the Cell masih tayang di bioskop. Go!

Tokek, yang diperankan oleh Aming menjadi kematian pertama akibat aura negatif. Peran tokek sangat hebat di film ini, ia berhasil menjadi kesal akibat keinginannya tidak tercapai dan akhirnya aura negatif membunuhnya dengan cara yang sadis.

Opini Pribadi Setelah Nonton “Ghost In The Cell” Di Bioskop

Menurutku ini film Indonesia terbaik di tahun 2026 dan saya berterima kasih kepada Suami yang ngajakin nonton ini secara dadakan, dimana saya belum mandi sejak pagi dan diajak nonton bioskop dalam keadaan bau acem. 

Tapi saya senang banget karena film Ghost in the Cell tidak mengecewakan sama sekali.

Kalau diajak nonton lagi ? dan di traktir ? saya akan let’s GO.

Simple nya film ini, semua tahanan di Lapas Labuhan Angsa harus menjadi orang baik sejak tahanan baru bernama Dimas masuk. 

Dimas adalah jurnalis yang baru meliput berita di Kalimantan, dimas dimasuki entitas gaib. Tahanan yang memiliki aura negatif dan jaraknya dekat dengan keberadaan Dimas maka akan terbunuh sadis.

Bagaimana semua tahanan menjadi orang baik ? jawabannya ada di bioskop, dan bagian ini juga diluar nurul ternyata banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan di penjara.

Dan akhirnya tahanan baru bernama Dimas setelah entitas gaib keluar dari dirinya bisa menghirup udara diluar penjara dan melanjutkan hidup bersama adik-adiknya.

Rating dari film “Ghost in the Cell”

Akting Aming yang menurutku keren dan adanya Abimana memiliki peran yang karismatik serta Dimas yang sebagai tahanan baru dengan gayanya yang polos, membuat film ini berkesan menurutku. 

Banyak komen adanya kekurangan dalam bagian komedi dan horror yang timpang, tapi karena alurnya saya paham maka tetap keren.

Rating untuk film “Ghost in the Cell” 9/10 dan highly recommended, khususnya nonton bareng pasangan dimalam hari sambil makan popcorn dan minuman bersoda. Pacaran jadi seseru itu hehe

Kesimpulan

Ghost in the Cell karya Joko Anwar ini film komedi-horror yang memiliki pesan moral dan kritik sosial, kematian narapidana korupsi menjadi akhir dari film ini. Kematiannya sangat berbeda dari tahanan lainnya, karena entitas gaib mendatangkan dirinya dimasa muda.

Baca juga : Film Emma Watson yang akhirnya bertemu Pangeran

Masa dimana energi dan fisik masih kuat, pikiran masih segar. Masa dimana idealisme masih dijunjung tinggi serta menjadi masa yang berharga untuk menemukan jati diri.

Sekian review film "Ghost in the Cell" ini tanpa dibayar karena emang seseru itu dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. Terima kasih :)

0 Comments