Sopan santun antara penanya dan penjawab di era teknologi

, , No Comments
Ada saatnya kita membutuhkan informasi dari seseorang yang lebih mengetahui, mengalami dan berpengalaman dibidang tertentu, karena tidak semua orang dapat mencerna dan/atau memahami apa yang tertulis di pengumuman. Ada kalanya kita butuh penjelasan dari apa yang kita baca, seperti bertanya itu apa, maksudnya gimana dan sebaiknya yang dilakukan apa? Dan pertanyaan lain yang membutuhkan keterangan lanjutan.
Sebagai seseorang yang sedang mencari pencerahan, kita harus kenal dengan orang-orang yang tergolong mumpuni, which is dia paham dengan apa yang kita tanyakan, jadi sebagai penanya kita seleksi dulu siapa orang yang hendak ditanya. Setelah menemukan siapa orang nya maka layangkan pertanyaan yang kita rasa belum paham, belum mengerti maksud dari syarat tertentu.

Jika sumber yang kita tanya tidak dekat, belum mengenal kita alias orang baru, maka terlebih dahulu perkenalkan diri dan sampaikan maksud dari obrolan ini. Sebagai penanya jangan malu ataupun segan untuk bertanya karena setiap sumber, baik itu yang sudah dikenal ataupun baru dikenal dan sumber tersebut ahli dan paham tentang objek tertentu, maka sumber akan menjawab dan menjelaskan tentang pertanyaan yang disampaikan kepadanya.

Saya pernah mendengar bahwa, “orang yang kita tanya alias sumber jawaban adalah orang yang tahu sesuatu hal karena ia dilahirkan lebih dulu dari kita atau karena orang tersebut lebih dulu mendapatkan nya ketimbang kita.” Maka jarang ditemukan sumber jawaban yang pelit untuk memberikan solusi, tapi jangan ditanya jawaban UN, SBMPTN atau kunci jawaban ujian apapun. Gak akan dapat!

Dari sisi penanya, hal-hal yang wajib dilakukan sebelum bertanya ke sumber jawaban sebagai berikut:
  1. Tentukan waktu yang tepat dan ketahui siapa orangnya; 
  2. Pastikan sumber ahli dibidangnya;
  3. Pastikan kita punya kontak nya, baik itu ho hp ataupun social medianya;
  4. Pastikan pertanyaan dapat dimengerti oleh sumber jawaban;
  5. Pastikan semua ketidaktauan, terjawab setelah sumber jawaban menjelaskan;
  6. Tutup obrolan dengan kesan yang baik, sopan dan santun.
Itu tadi, beberapa hal yang harus kita siapkan sebagai penanya sebelum melayangkan pertanyaan kepada seseorang yang mumpuni di bidang tertentu. Selain dari sisi penanya, saya juga akan menguraikan dari sisi penjawab. Sebagai sumber jawaban, kita dipilih karena si penanya percaya dengan hasil jawaban kita, si penanya yakin kalau jawaban kita adalah terbaik, dan faktor lain kenapa sipenjawab itu yang dipilih si penanya sebagai sumber jawabannya.
Ada beberapa hal yang akan saya uraikan tentang bagaimana sikap kita sebagai orang yang mengetahui suatu hal dan dapat bermanfaat bagi orang lain, sebagai berikut :
  • Ramah kepada orang lain
Unsur ini baik untuk kita karena selain disenangi orang, kita juga di ingat sebagai pribadi yang ramah, bisa di ajak diskusi dan bertukar pikiran. “Eh, aku bingung tentang SKS semester ini.” Sama ni aku juga.” Kita tanya ke kk senior aja yok, ke kk itu aja deh dia lebih paham dan baik juga.”
  • Lebih bepengalaman dibidangnya
Ini jelas dibutuhkan karena sebagai sumber jawaban, kalau tidak ahli dibidang nya sama saja gagal. Jadi jangan tanya listrik ke anak hukum atau jangan tanya tentang persidangan ke anak pertanian, bakal ngaco jawaban nya. Maka dari itu sebagai sumber jawaban kita pastikan bahwa kita berpengalaman dalam hal tertentu.
  • Jawaban singkat, padat dan dapat dimengerti
Kadangkala si penanya belum tau arah pertanyaannya, maka sebagai penjawab kita bisa mengarahkan agar inti dari pertanyaan nya jelas. Misalnya tentang mata kuliah yang harus diambil, dimana ada mata kuliah yang status nya pilihan, nah untuk memberikan jawaban yang tepat maka arahkan si penanya dia mau fokus kemana, dan jika sudah jelas maka si penjawab dapat memberikan solusinya.

Selain itu, sebagai penjawab kita jangan pelit untuk memberikan informasi kepada orang lain yang membutuhkan, karena ibarat simbiosis mutualisme. Sekarang kita yang dibutuhkan, suatu saat nanti kita yang membutuhkan, maka dari itu jalin komunikasi yang baik dengan orang lain, jawab pertanyaan sesuai kemampuan kita, dan jangan diabaikan setiap penanya yang datang. 

Sebagai sumber jawaban kita akan selalu dicari kapanpun dan dimanapun kita, selain itu dapat diingat dan disayangi.

©Pekanbaru, 08 Februari 2017 @Cicajoli


0 komentar:

Post a Comment

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.