PELALAWAN, KITA AKAN KEMBALI

, , No Comments
cicajoli
Perjalanan mengunjungi 12 kabupaten/kota di Riau, seluruhnya. Adalah impian saya sejak dahulu kala, berharap dapat kesana untuk kegiatan baik, dan bermanfaat, bukan hanya sekedar kunjungan biasa, maksudnya ada sesuatu yang bisa saya bawa ke Pekanbaru, misalnya kisah kabupaten/kota yang dikunjungi, culture, masyarakat-nya, culinary dan wisata terbaiknya.

Jarak tempuh ±1,5 jam Pku - Kerinci, dibulan ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Pelalawan, ibu kota adalah Pangkalan Kerinci. Berkunjung kesana untuk mendatangi rumah salah satu teman (aka junior kampus) yang baru saja ditinggal oleh Ayahanda-nya, pagi di hari itu Ia telah menjadi anak yatim.

Sedih sekali, itu pasti. Ditinggal oleh orang yang paling Ia sayang, paling Ia ingat dalam perantauan yang sedang dijalani. Banyak cerita sedih yang saya dapat dari rumah petak biasa, di sebuah kampung tersebut.

Dari jalan besar tidak sulit menemukan Gang rumah tersebut, setelah menemukan Masjid disebelah kiri, lalu mencari pemutaran dan dari pemutaran ada Gg pertama, itu adalah Gang masuk, ringkasnya. Masuk kedalam sekitar 1km, berada tepat disebelah sekolah. Sore itu hujan turun di Kab ini dan terlihat anak-anak sedang asyik bermain bola.

Ada bendera putih yang terpasang didepan pintu, suasana itu membuat hati berubah menjadi sedih, tetapi tetap dengan tersenyum. Didepan sudah terlihat gadis baik berdiri menantikan kehadiran rombongan, dengan mukanya yang senduh jelas ia telah menangis. Menangis telah ditinggal ayah yang paling ia cintai untuk selama-lamanya, dihari itu. L

Dari rumah duka banyak kisah yang saya dengar, dari-nya dan juga dari Kakaknya. Ia sudah ditinggal oleh Ibunda sejak berada di kelas 10 SMA, Ia adalah anak terakhir dari 2 bersaudara, hidup ditanggung oleh Kakaknya, dimana Kakaknya ingin Ia kuliah, bukan seperti dirinya, kakaknya ingin Ia punya banyak kegiatan positif agar Ia sibuk, dengan kesibukannya Ia tidak bersedih.

Bersedih tidak berpengaruh baik untuk kehidupan seseorang, sebagai keluarga, teman, kerabat atau orang yang mengenal dan tahu Ia, tugas kita adalah berada didekatnya, memberikan semangat, mengulurkan tangan agar Ia bangkit kembali.

Fyi : Lingkungan jamaah, sholat di masjid hanya untuk kaum lelaki, sedangkan wanita wajib di rumah saja. Ketika taraweh dan witir pun begitu, kaum wanita tidak ikut sholat di masjid tetapi ditempat berbeda, dengan imam seorang wanita juga.

©Pekanbaru, 14 Mei 2016 @Cicajoli 

  

0 komentar:

Post a Comment

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.