Mengetahui Standar Pelayanan Harus Sejelas-jelasnya

, , 1 comment
Apa saja kewenangan, kamu?

Manusia tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Dalam hal apapun, misalnya dalam hal pertolongan, dalam hal pengurusan, dalam hal peminjaman, dalam hal berinteraksi dan sebagainya. Manusia yaitu makhluk yang Allah ciptakan, memiliki perbedaan sifat dan prilaku. Setiap manusia ingin dihargai, ingin dihormati, ingin didekati, ingin disayangi, dan ingin dimengerti.

Ada kalanya kita membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan apa yang kita rencanakan, dan setiap orang juga mempunyai kemampuan, kewenangan dan kesempatan untuk melakukan perbuatan. Perkantoran contohnya, saat dikantor maka akan dijumpai pegawai HRD, pegawai bidang keuangan, pegawai bidang administrasi dan sebagainya. Dimana mereka memiliki tugas yaitu untuk melaksanakan kegiatan secara efektif dan memberikan pelayanan kepada publik.

Banyak kasus yang ditemukan bahwa kebanyakan orang tidak dapat menyelesaikan urusan nya akibat pihak penyelenggara tidak membantu, dikatakan tidak mendengar dan diabaikan. Paradigma nya berubah dengan cara berdemo, dengan begitu urusan mereka akan segera diselesaikan. Menurut pendapat saya, semua yang di inginkan dengan cara bantuan orang lain, dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai prosedur maka akan menghasilkan.

Tetapi ketika seseorang tidak mengerti mau mengurusnya kemana, pihak penyelenggara masih enggan memberikan jalan dan/atau petunjuk apa yang harus dilakukan. Tidak bisa disalahkan juga, seseorang yang ingin mengurus seharusnya bertanya kepada yang lain, kepada yang sudah pernah mengurusnya.

Kasus seperti ini : seorang mahasiswi ingin mengajukan permohonan dana ke Rektor, mahasiswi tersebut harus melakukan beberapa prosedur. Misalnya membuat proposal yang terdiri atas rincian dana, uraian kegiatan dan surat pengesahan. Proposal itu dapat diajukan ke pihak Dekan dan Rektor, dimasing-masing nya memiliki tata cara yang berbeda. (untuk ke Dekan membutuhkan 5 rangkap proposal sedangkan di Rektor hanya 1 proposal) nah hal-hal sepele seperti itu mahasiswi tersebut harus mengetahuinya dan melaksanakannya, walaupun dana untuk memperbanyak proposal lumanyan menguras kocek.

Setelah itu mahasiswi tersebut memberikan 5 rangkap proposal kepada pihak Biro dan 1 proposal diberikan ke pihak Tata Usaha Rektorat dan tata cara lainnya akan menyusul seiring jalannya proposal mahasiswi tersebut.

Untuk berhasil dalam pengajuan permohonan atau berhasil dalam hal mendapatkan pelayanan, maka seseorang harus mempunyai skill dalam berinteraksi dengan penyelenggara, memiliki sikap sopan santun, dengan memberi salam terlebih dahulu, barulah mengutarakan maksud kepadanya. Ciptakan situasi yang menyenangkan, dan buat pertemuan tersebut sebagai ajang saling kenal dan kedepannya bisa saling membantu.

Kenali kewenangan nya, cari tahu dimana ruangan nya, beri salam kepadanya, dengarkan apa yang dikatakan nya, lakukan apa yang diperintahkan nya, dan beri salam setelah urusan kamu selesai. Tinggal kan ia dengan hati yang senang, dan kita pun demikian. 

Jika kamu mengetaui apa saja kewenangan mereka, kamu mengetahui nama dan jabatannya. InsyaAllah urusan atau permohonan yang kamu ajukan akan segera mereka proses. Apabila kamu merasa janggal atau perlu diluruskan, maka layangkan pertanyaan kepada nya, jika kamu tidak mendengar ucapan nya secara jelas, katakan maaf dan minta ia untuk mengulang. 

©Pekanbaru, 22 February 2016 @Cicajoli 

1 comment:

  1. Iya btul sekali ketika sudah mentok. paling enak tanya kepada yang sudah pernah berurusan dengan hal yang kita maksud itu .. karena dari pengalaman mereka kita bisa belajar, dan aku setuju banget sama quotes paling akhir :)

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.