Desa Tomok : Wisata Berbelanja bagi Wisatawan

, , 1 comment
Bismillahirahmanirrohim, kali ini mau menceritakan tentang traveler beberapa hari yang lalu. Dan menurut gue ini penting untuk di bagi, di ceritakan dan banyak baik lainnya.

Sebuah pulau yang nggak luas-luas amat, kebudayaan yang jauh berbeda dengan masyarakat di lingkungan gue hidup, tradisi dan adat yang beda juga. Masyarakat pulau ini bermatapencarian dari hasil danau yang memiliki beranekaragam biota danau yang dapat di ambil untuk keperluan hidup mereka, sebut saja pulau Samosir. Pulau yang terletak di tengan-tengah danau toba, ketika hendak kesana gue sarankan jangan menggunakan speedboat atau kapal express karena budget nya fantastis men bagi elu yang sangat memperhatikan keuangan saat berlibur. Gue lebih menyarankan untuk menggunakan kapal penumpang yang dapat ditemukan di pelabuhan Ajibata dekat danau toba dengan budget Rp.6.000/penyebrangan. Dalam penyebrangan banyak yang bisa dilihat, dan didengar (ingat: bahasa batak penting)
Kapal penyebrangan
Durasi 30 menit dan kapal sudah menepi di sebuah desa pada umumnya, desa ini dikenal dengan sebutan desa Tomok,Samosir. Setelah turun dari kapal dan ber-say Thankyou ke bapak pengemudi. Pandangan pertama gue jatuh ke baskom hitam gede yang di dalam nya ada lobster dengan ukuran besar dan masih hidup, 80.000/kg salah satu rekan gue menanyakan harga kepada penjual. Bagaimana pun kami bukan emak-emak yang matanya langsung nge-blink ketika melihat ada lobster dengan harga murah, perjalanan dilanjutkan ke atas dan mulai berjalan melewati setiap toko- toko yang berjejer cantik di desa Samosir ini.

“Masuk lah dulu, lihat-lihat lah ndak beli juga gpp...sahut salah satu inang-inang, dan mulailah salah satu dari kami berpencar, mencari keseruan masing-masing. Dan berhubung siang ini duit sudah drop, maka hal pertama yang dilakukan adalah mencari bank bersama untuk penarikan uang khusus shopping. Bank sumut terletak tidak jauh dari lokasi pasar Samosir, hanya berjalan 100meter saja elu sudah menemukan bank Sumut (jangan heran kena pajak 7ribu)

Pasar lokal yaitu pasar yang ada di desa Samosir ini memiliki keunikan, ada 2 pasar yang hanya di pisahkan oleh jalan. Sisi kiri berarti kita akan mendaki untuk sampai ke atas, yaitu akhir dari pasar yang berada disisi kiri. Di pasar kiri ini kalau elu semangat maka ada tiba di sebuah objek wisata Si gale-gale, disini elu bisa foto dengan patung Si gale-gale, melihat Tungtung, melihat rumah adat khas Samosir yang memiliki pintu berukuran kecil. Gue nggak lama disini karena Sigale-gale tidak menari, kita bisa membuat patung itu menari tetapi harus rela mengeluarkan uang Rp.85.000 untuk sekali pertunjukan.
Pasar di desa Samosir
Patung Si gale-gale
Masih ada jalan untuk terus menuju atas, tetapi karena sudah lelah dan waktu kami juga terbatas dan harus nyebrang kembali maka gue dan rombongan memutuskan untuk turun kebawah. Setelah sampai di jalan yang memisahkan pasar kiri dengan pasar kanan, maka nggak afdol kalau tidak menjajaki pasar kanan. Dipasar kanan ini jalan nya menurun, pasar ini menawarkan barang yang sama dengan pasar di sisi kiri, ada kaos, ulos, tas hasil tangan sendiri, ukiran dari kayu, gantungan kunci, accessories khas Tomok, hijab, mukena, shawl, sendal dan sepatu. Soal harga kalau lihai menawar pasti akan mendapat harga murah, karena inang-inang disini termasuk modern. Bisa dilihat dengan pengunjung yang bukan hanya warga Indonesia tetapi juga ada warga Asing yang berkunjung ke pasar ini. Pasar kanan maupun pasar kiri menjual barang-barang khas desa Samosir, barang-barang di buat langsung oleh si Penjual maka jangan heran barang yang elu beli dari pasar ini adalah barang langka. Tidak ada di tempat lain selain di pasar ini, maka nya gue bangga banget saat memakai kaos yang dibeli di pasar ini.

Setelah 1 jam berada di desa Samosir, gue dan rombongan bersegera kembali ke pelabuhan untuk nyebrang karena hari sudah mulai sore dan kami juga harus kembali lagi ke Pekanbaru. #fyi kapal akan menyebrang 15 menit sekali, jadi pandai-pandai mengatur waktu. Bersyukur ketika kami sampai di pelabuhan, kapal akan segera berlayar. Go! #EnjoyIndonesia

1 comment:

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.