Bukan Rahasia yang Buruk

, , 3 comments
Akhir tahun ini aku dan 2 sahabat akan mendaki puncak sebelum emma menikah di Januari tahun depan, dari lulus SMA aku dan 2 sahabatku sangat jarang bertemu dan menceritakan perubahan yang terjadi setelah lulus SMA. Dan inilah cerita aku dengan 2 sahabat SMAku...

Aku menelpon ke-2 sahabatku untuk konfirmasi keberangkatan pada hari senin pagi ke puncak Bogor.

“ Emma dan Ella,  senin pagi kita berangkat ya..” aku menggunakan panggilan konferensi
“ Iyaaa..mereka ngerespon konfirmasiku.

Dalam perjalanan menuju puncak yang pagi ini lalu lintas terpantau lancar, aku bersama 2 sabahatku menelusuri jalanan menuju bogor. Aku yang mengemudi mobil, emma dikiriku dan ella duduk dikursi belakang. Selama perjalanan kami habiskan dengan cerita, temu kangen dan ngemil bawaan makanan yang telah kami persiapkan sebelum keberangkatan. Ini benar-benar quality time yang sempurna.
Selama 2 jam perjalanan, akhirnya tibalah aku dan 2 sahabatku di villa puncak yang telah kami booking sehari sebelum berangkat. Aku dan ke-2 sahabatku menurunkan barang-barang yang kami bawa dan memasukkan ke dalam villa.

Udara siang di villa masih berasa segar dan dingin, aku dan ke-2 sahabatku memutuskan untuk beristirahat sejenak. Dalam satu kasur kami berbaring dan tak kala kami bercerita ringan agar tidak terjadi keheningan. Dalam percakapan ini ella bertanya sudah berapa persen kerampungan acara pernikahan emma?” Emma menjawab:” sudah 95% dan tinggal menunggu hari baik nya saja.
Ketika mendengar kalimat itu tiba-tiba muka ella berubah menjadi sedih, dan aku hanya bisa terdiam dan mengamati emma yang senang sekali bercerita tentang pernikahannya. Karena aku lah yang tahu cerita atau rahasia yang ada dalam persahabatan kami.

Calon suami emma adalah lelaki yang dicintai oleh ella, selama 3 tahun ella dan calon suami emma menjalin hubungan cinta tanpa diketahui oleh emma. Ella tidak tahu apa alasan mereka putus tapi setahu ella setelah 2 tahun tanpa komunikasi, mantan ella jadian dengan emma sahabat nya sendiri. Rasa sedih datang tanpa kompromi dan membuat ella kacau kala itu, tapi aku berusaha agar ella tetap tenang dan jangan gegabah. Karena kalau ella melakukan hal-hal yang aneh maka akan membuat emma terluka dan persahabatan mereka terancam berakhir, tapi itu semua tidak terjadi sampai detik ini. Hubungan aku, emma dan ella masih baik dan disini kami akan mengklarifikasi rahasia yang hanya aku dan ella yang tahu.
Menikmati senja dengan segelas teh hijau hangat menemani aku dan 2 sahabatku di teras villa, aku membuka suara.

“ Emm, aku punya rahasia yang belum pernah kamu tahu.”
“ Rahasia apaan? Jawab emma dengan senyum manisnya
“ Calon suamimu pernah menjaln cinta dengan ella selama 3 tahun.”
“ Apa kalian bercanda? Mimik muka ella berubah
“ Ini semua benar emm, tapi setelah aku berikan rahasia ini kepadamu tidak akan mengubah apapun termasuk pernikahan kalian, percayalah!”

Tapi sebelum aku menyelesaikan kalimatku, emma buru-buru kedalam dan mengambil barang-barang dan keluar menuju jalan menyetop taksi dan pergi meninggalkan kami, ini tidak seburuk apa yang emma pikirkan tapi setelah kejadian itu aku dan ella sangat sulit untuk berkomunikasi dengan emma dan tidak bisa ditemui sampai hari bahagianya, aku dan ella tidak di undang di acara pernikahan nya.

3 comments:

  1. jika semuanya tetap baik, persahabatan kalian tetap nyaman, seharusnya tidak menceritakan hal tersebut, apalagi menjelang hari bahagianya
    seharusnya rahasia itu tetap rahasia asal yang menjadi mantan pacarnya itu sudah tidak ada maksud apapun dan tidak ada niat apapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seharusnya begitu mbak :)

      tapi dia keburu pergi dan tidak mendengarkan cerita sesungguhnya dulu.

      Delete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.