Atika dan Novel Ajaib

, , 9 comments
Gue telat.. gue telat. “Ngomong sendiri sambil lihatin kaca, tangan Atika sedang mengoleskan bedak baby ke muka dan jam telah menunjukkan pukul 07:05 WIB.
Dari luar kamar ibu meneriakkan agar Atika cepat keluar. Pak Badri, tukang ojek langganan Atika telah menunggu 10 menit yang lalu.
“Atikaaaa.. kamu tau, pak badri sudah lama banget nunggu diluar, Ibu suruh masuk untuk sarapan bareng dia malah bilang nggak usah.” Celoteh ibu.
Di depan pagar, Pak Badri duduk di atas motor bebek birunya. Menunggu Atika yang tak kunjung keluar.
“Iyaaaa bu, bentar.  Bilangin ke pak Badri 3 menit lagi Atika keluar.” Sahut Atika.
Atika mengingat- ingat apa yang harus dibawa nya lagi. Baru pagi ini Atika merapikan jadwal pelajaran. Saat Atika hendak keluar dari kamar. Dia teringat dengan novel yang sedang berada di atas meja belajar. Novel itik bali yang baru kemarin dia beli dan dengan cepat ia ambil dan memasukkan kedalam ransel.
“Bu, atika pamit yaaa.. “ cipika-cipiki langsung kabur.
“Sarapan dulu naaak, ibu udah nyiapin susu dengan roti selai strawberry. “ teriak ibu dari dapur.
“Ntar aja di sekolah Atika sarapan ya bu.” Kata Atika.
Tiba di depan pagar, Atika langsung naik ke kursi belakang motor pak Badri.
“Ayo paak, kita akan telat kalau kita masih disini.” Intruksi atika.
Motor berjalan dengan biasanya, melewati jalan kecil yang sengaja mereka cari agar tidak terkena macet. Tau lah kota jakarta adalah kota yang langganan macet. Apalagi saat jam sekolah seperti sekarang ini.
Atika memang setiap hari diantar oleh pak Badri kalau ke sekolah, alasan nya karena kalau papa yang antar. Atika bakalan menjadi penghuni pertama sekolah, karena papa selalu pergi jam 05:00 WIB setiap hari.
Menuju kesekolah membutuhkan waktu sekitar 20 menit, Atika tidak ingin hanya diam dan duduk manis saja dibelakang pak Badri. Atika membuka ransel dan mengambil novel yang tadi dia bawa dari rumah, Atika baca dari halaman pertama.
Hari ini adalah perdana Atika baca novel itik bali, karena sejak Atika membeli nya kemarin, Atika hanya membuka segel novel mengambil Itikbali handmade  yang ada di dalam nya, sebuah bros flanel berwarna pink dan belum sempat membacanya karena tugas sekolah yang menumpuk malam itu, jadi ia mengurungkan niat nya membaca novel ini.
Hanyut dalam cerita novel yang menarik atika rasa, tak terasa gerbang sekolah telah didepan mata.
“Neng, sudah sampai atuh.” Jelas Pak badri.
“Iya pak.” Jawab atika dan turun dari motor bebek pak badri sambil memasukkan novel nya ke ransel.
Atika melambaikan tangan ke pak Badri dan kemudian berlari ke arah pagar yang Atika tahu pasti sudah di tutup. Dengan ngos-ngosan akhirnya Atika tiba di depan pintu pagar.
“Pak, ijinin Atika masuk dong.” Atika memohon.
“Sudah jam berapa ini? Kamu sudah telat ½ jam Atika.” Marah pak security.
“Saya tahu pak saya telat, makanya tolong bukain pintu pagar supaya saya tak telat lebih lama lagi.” Atika memohon lagi.
Pak security hanya menggeleng dan membuka pintu gerbang untuk Atika.
“Dasar anak zaman sekarang, paling pinter ngejawab kata orang tua.” Omel pak security dalam hati.
Satu hambatan telah selesai, belum berarti Atika telah berada di posisi aman. Atika harus berhasil masuk ke dalam kelas tanpa omelan dan hukuman dari guru jam pertama hari ini.
“Tok-tok, Assalamualaikum pak.” Sapa atika.
“Waalaikum salam.” Dengan sinis pak Solin menatap ke arah atika.
“Maaf pak, saya telat masuk hari ini.” Atika menjelaskan.
“Kamu harus dihukum atika, kamu sudah telat ½ jam. Kamu tidak bisa mendapat kebebasan dari hukuman walaupun alasan yang kamu berikan. Disini semua sama, siapa yang telat wajib dihukum.”
Hukuman berlari keliling lapangan adalah hukuman yang sangat familiar di sekolah, siswa atau siswi yang sedang belari di lapangan pasti akan tahu siapa dibalik semua itu. Yap itu adalah hukuman yang sering pak solin berikan kepada murid nya yang terlambat masuk di jam pelajaran. Minimal lari yang diperintahkan adalah 5 keliling lapangan basket, jumlah tersebut tergantung dengan apa yang diperbuat sang anak.
Atika disuruh berlari 7 keliling lapangan basket, dengan muka nyebelin atika menjalankan hukuman dari pak solin. 2 keliling berhasil atika lewati tetapi dia merasa sudah mau pingsan, karena sinar matahari pagi ini sangat menyengat membuat keringat Atika keluar sangat deras.
***
Atika tidak mengikuti jam pak Solin hari ini, karena semua waktu yang seharusnya belajar dengan pak Solin malah Atika habiskan berlari di lapangan. Jam pelajaran ke-3 atika sudah diperbolehkan masuk ke kelas. Rasanya malas banget belajar dengan keadaan tubuh seperti sekarang ini, basah dan tidak nyaman memakai seragam. Atika mengikuti pelajaran ke-3 dan ke-4 dengan tidak semangat, Atika malah sibuk membaca novel itik bali. Menyatukan nya dengan buku pelajaran, kalau dilihat dari depan Atika sedang membaca buku pelajaran tapi di dalam buku itu ada novel. Atika lebih fokus dengan novel itik bali ketimbang mendengar penjelasan guru yang ada didepan.

Teng...teng..teng.. “ bunyi bel tanda istirahat.
Semua murid yang ada di lingkungan sekolah keluar dari kelas, ada yang menuju kantin, ada yang main ke lapangan basket, ada yang ke perpustakaan dan ada yang hanya berdiam diri di kelas. Atika lah orang nya, Atika lebih memilih tetap di kelas. Padahal sebelum nya teman Atika sudah ngajak ke kantin.
“Tika, Ke kantin yok. Lapar ni.” Ajak Rini, Rini adalah teman sebangku Atika.
“Ah malas, duluan aja gih sana.” Jawab Atika.
Selagi semua teman Atika pada istirahat, di kelas Atika melanjutkan membaca novel itik bali. Sudah 10 halaman yang telah dibaca Atika dari pagi saat dia pertama membacanya di atas motor pak Badri.
Ceritanya buat Atika pengen baca terus, halaman demi halaman membuat Atika penasaran dengan kelanjutan cerita itik bali ini.
Istirahat yang diberikan adalah 15 menit, selama 15 menit tersebut atika hanya membaca novel itik bali. Halaman demi halaman telah atika buka, sampai akhirnya ketika bel tanda masuk berbunyi. Atika bergegas memasukkan novel itik bali nya ke ransel kembali.
Pelajaran ke-5 dan pelajaran ke-6 atika lebih fokus mengikutinya, tidak ada yang lain selain memperhatikan guru menerangkan.
Pukul 12.15 WIB waktunya seluruh murid beragama islam sholat, mereka berkelompok menuju ke mushalla yang ada di belakang sekolah. Termasuk atika, atika pergi bersama rini. Mereka berjalan berdua menuju mushalla dan ikut sholat berjamaah. Pada pukul sekarang ini sekolah menerapkan sistem Isoma (Istirahat, sholat, makan).
“Rin, kawanin gue ke kantin dong. Lapar sumpah deh.” Ajak atika setelah sholat selesai.
“Lah tumben, biasa nya istirahat ke-2 lo gak pernah ke kantin lah.” Kata rini bingung.
“Lo tau kan, tadi gue gak jajan pas istirahat pertama, ayo lah jangan banyak tanya.” Atika menarik lengan rini menuju kantin.
Selagi menunggu atika menyelesaikan makan nya.
“Eh ka, lo tadi baca apaan sih sampe istirahat aja lo abaikan?” rini bertanya lagi. Sekarang mereka sedang duduk di salah satu meja yang ada dikantin sekolah.
“Itu, novel itik bali yang baru gue beli kemarin.” Kata atika ketika mereka berjalan menuju kasir.
Mereka kembali ke kelas setelah pembayaran makanan dilakukan, masuk dan mengikuti jam pelajaran ke-7 dan jam ke-8 dengan baik dan tidak meribut.
Pukul 15:00 seluruh manusia yang ada di sekolah pulang kembali ke rumah masing-masing. Atika sudah ditunggu pak badri di depan gerbang seperti biasa. Naik ke belakang motor pak badri dan menuju kerumah.
“Pak, makasih ya. “ atika pamit dan melambaikan tangan ke pak badri setelah berdiri di depan pagar.
Atika bergegas masuk ke dalam rumah, bertemu dengan sang ibu. Memberi salam padanya dan berlari menuju kamar. Atika mengganti seragam dan langsung mandi.
“Atikaaaa, ayo makan malam.” Terdengar suara ibu dari luar.
“Iyaa buu..” jawab atika cepat sambil keluar dari kamar setelah semua kegiatan dikamar selesai.
Makam malam bersama keluarga adalah kebiasaan yang atika lakukan, terasa nikmat bila makan bersama keluarga. Satu meja bersama mereka ^^
Malam ini atika berhasil menyelesaikan membaca novel itik bali, setelah belajar dan menyelesaikan tugas sekolah, atika duduk di sofa empuk yang ada di dalam kamarnya ditemani lampu belajar, atika membaca novel itik bali sampai pukul 11:00 WIB. Alangkah senang Atika bisa menyelesaikan satu novel dalam waktu sehari.


23 Tahun giveaway
SELESAI

Ide, writer and editor : @Cicajoli
  

9 comments:

  1. Oya? Waaah akhirnya dibilang Keyeeenn :D Mksih :)

    ReplyDelete
  2. atika...
    maen yuk
    #iklan


    eeeh itu afika ya

    ReplyDelete
  3. Wah Novel itik bali emang amis tapi nyata
    hehe

    ReplyDelete
  4. hihiihi atika makan yukk.. :D #gagalfokus

    ReplyDelete
  5. Hebat selesai baca novel dalam satu hari...
    Kalau aku baca novel satu hari juga... belum tamat... hari-hari besoknya lupa mau baca... ga sempat.... novelnya dipinjam.... hilang.... yah akhirnya ga selesai bacanya.

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.