·

Mengikuti Bimbingan Perkawinan di Kota Pekanbaru



Bimbingan Perkawinan BP4 Kota Pekanbaru


Untuk kamu yang akan menikah, bimbingan perkawinan ini menjadi salah satu syarat mendaftar ke KUA. Jadi sebelum atau sesudah mendaftar kamu coba cari informasi Bimbingan Perkawinan di Kotamu bisa melalui KUA atau mencari informasi di social media.

Catatan : syarat ini bisa menyusul jadi jangan ditunda daftar ke KUA karena belum bimwin ya

Umumnya untuk mengikuti bimbingan pranikah melalui BP4, persyaratan yang dibutuhkan:

Sesuai data Januari 2026
  • Formulir pendaftaran BP4 (form nya bisa di isi online)
  • Fotokopi KTP calon pengantin (masing-masing 1 lembar)
  • Pas foto ukuran 3 × 4 cm berwarna masing-masing calon (2 lembar)
  • Biaya pendaftaran/pelatihan Rp150.000 per orang (± Rp300.000 per pasangan) – namun bisa berubah dan tergantung kebijakan BP4.

Setelah terdaftar dan masuk kuota (setiap sesi dijatah hanya 20 pasangan saja) kamu akan mendapatkan jadwalnya yang berlangsung selama 2 (dua) hari yakni kelas offline dan kelas online.

Pengalaman Mengikuti Bimbingan Perkawinan BP4 Kota Pekanbaru


Hari pertama dimulai jam 8.00 pagi dan berakhir di jam 12.30 wib, ada 3 (tiga) pemateri yakni Bapak Marzai Mistion (Ketua BP4 Kota Pekanbaru) yang membahas tentang Tujuan Perkawinan. Disini beliau juga menjelaskan tentang kekhawatiran/cemas menjelang Pernikahan.

Beliau juga memberikan data terkait kasus perceraian yang ada di Kota Pekanbaru dan mayoritas sekitar 75% pihak perempuan yang menggugat suaminya di tahun 2024.

Jadi beliau menekankan bahwa Perkawinan adalah ibadah paling lama atau 50% penyempurnaan Agama, maka buatlah perkawinan yang Sakinah Mawaddah Warahmah. Ada 5 (lima) Pilar Keluarga Sakinah :
  • Berpasangan (Zawaj)
  • Janji Kokoh (Mitsaqan Ghalizhan)
  • Berbuat baik ke Pasangan (Mu’asyaroh bil-Ma’ruf)
  • Musyawarah (penyelesaian masalah)
  • Saling ridho dan ikhlas (Antarodhin)

Tujuan perkawinan bersifat non-fisik yakni ketenangan jiwa suami dan istri

Artinya, pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang secara lahiriah, tetapi juga menghadirkan rasa aman, damai, dan tenteram secara batin.

Dalam ikatan perkawinan, suami dan istri menjadi tempat kembali satu sama lain—untuk berbagi keluh kesah, menenangkan hati, dan saling menguatkan. Ketenangan jiwa ini tumbuh dari rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah), di mana masing-masing merasa diterima, dihargai, dan dicintai tanpa syarat.


Sesi kedua diisi oleh Ibu Hariyati dan masih lanjutan dari materi sebelumnya, disini kami membuat kelompok diskusi tentang gambaran keluarga sukses dan keluarga gagal, lalu dipresentasikan.

Keluarga sukses adalah keluarga yang mampu menjalankan fungsi rumah tangga dengan baik dan mencapai tujuan pernikahan, baik secara lahir maupun batin. Sedangkan, Keluarga gagal adalah keluarga yang tidak mampu menjalankan fungsi dan tujuan pernikahan, sehingga menimbulkan ketidakbahagiaan dan keretakan hubungan.

👩‍❤️‍👨 Kematangan = keberanian x tenggang rasa

Jadi buatkan piramida keluarga bahagia dimana adanya Kedekatan Emosi, Komitmen keduanya serta adanya Gairah suami dan istri, dijelaskan juga kondisi hubungan yang stabil adalah kata positif 5x kali lebih banyak ketimbang kata negatif sedangkan, hubungan yang labil 8x kali lebih banyak kata negatifnya.


Sesi ketiga yakni kesehatan reproduksi oleh Ust. Ridho, sesi terakhir di hari Sabtu ini membahas terkait reproduksi suami dan istri, mental keduanya jika belum Allah kasih rezeki keturunan, tetap berdoa dan ikhtiar karena hadirnya sang buah hati itu adalah ketentuan dari Allah SWT.

Niatnya menikah karena ibadah, buatlah keluarga yang sukses, ketahui hak dan kewajiban sebagai suami dan istri serta jalin komunikasi yang baik dengan pasangan.

Kesimpulan Bimbingan Perkawinan Day 1 : Sungai Kehidupan


Pernikahan termasuk dalam sungai kehidupan dimana akhirnya adalah Akhirat, buatlah sungai kehidupan kamu terdiri dari 3 poin yakni poin 1 : usia saat menikah, poin 2: usia maksimal produktif dan Poin 3: Akhirat (Sakinah)

Rumusnya : poin 2 – poin 1

Contoh usia menikah : 31 tahun

Usia maksimal produktif : 70 tahun

Hasilnya : 39 tahun

Maka, selama 39 tahun tersebut apa yang ingin kamu miliki ? sebutkan lalu jelaskan bagaimana cara mendapatkannya. Kamu bisa bikin per-5 tahun ya hingga semuanya bisa tercapai, namun semuanya Qadarullah (ketentuan Allah)

“Manusia hanya bisa berencana, tetap Allah yang menentukan.”

Manusia dianugerahi akal untuk menyusun rencana—dalam pendidikan, pekerjaan, maupun perkawinan tetapi keberhasilan atau kegagalannya ditentukan oleh ketetapan Tuhan.

Oleh karena itu, manusia tidak boleh sombong saat rencana berjalan sesuai harapan, dan tidak pula berputus asa ketika hasilnya berbeda dari yang direncanakan.

Day 2 akan aku bahas di postingan berikutnya ya, semoga materi Day 1 bermanfaat bagi yang membutuhkan. Terima kasih





0 Comments