Gempa Di Perantauan, Kalem.

, , No Comments
"Terasa goyang, saya memegang pintu" Pagi itu saya sedang berada di toilet, mandi tepatnya. Saya tidak sadar langsung kalau ternyata itu adalah Gempa, setelah ada terdengar suara warga yang berteriak Gempa! nah dengan cepat saya keluar dan semua sudah terlihat panik, goyang nya tidak lama, hanya 2 detik menurut saya. 

Setelah saya mengenakan pakaian, saya lalu menuju keluar dan bertemu peserta asli Padang, "Gempa seperti ini sudah biasa, Di? tanyaku". "Sudah biasa kak, katanya". Ternyata diluar semua peserta sudah kembali keatas, yang saat gempa mereka lari turun. 

Penginapan memiliki 2 lantai, dan saat gempa saya sedang di lantai 2 gedung UPTD Perkebunan Ulu Gadut, Sumatera Barat. Goyang terasa kuat, yang saat kejadian saya belum mengetahui kekuatan nya, hingga salah satu panitia share picture dan diketahui gempa berkekuatan 6.5 skala richter. ( look pict for details )
Sejak gempa itu, ada beberapa dampak yang terjadi. Hari itu plans peserta adalah touring Padang yang salah satunya adalah mengunjungi pantai Padang, dimana kondisi pantai saat itu gelombang nya sangat tinggi, air yang seharusnya biru menjadi hitam dan banyak sampah yang mengapung, itulah salah satu dampak gempa. Walaupun gelombang tinggi dan berbahaya, tetapi peserta masih excited, terlihat dari adanya sesi foto sendiri ataupun bersama.

Selain itu, pada malam harinya peserta berkunjung kerumah Dinas Walikota Sumatera Barat dalam rangka silaturahmi delegasi Forum Negarawan Muda Reg. Sumatera. Sore nya memang langit sudah gelap, menandakan hujan akan turun. Sesampainya bis yang membawa peserta di depan gerbang Rumah Dinas Walkot Sumbar, semua peserta langsung bisa bertemu dengan Bapak Walkot yang saat itu sedang chit chat selepas Sholat Maghrib.

Acara malam itu adalah menyanyikan lagu Hymne Negarawan Muda, makan bersama serta live concert, kegiatan malam itu tidak didampingi oleh Bapak Walkot karena ada rapat penting yang harus beliau hadiri, dan malam itu angin sangat kencang, beberapa menit angin kencang dan diikuti dengan hujan badai. Malam itu terasa horor, tetapi tidak masalah karena semua peserta tidak mengeluh dengan keadaan yang terjadi di hari itu.

cicajoli

Ps : Foto diatas adalah diskusi kelompok Riau yang membahas tentang kepulangan besok hari, semuanya mendengarkan Ay yang sedang memberikan pendapatnya. anyway, Terimakasih Kepada Bapak Walikota Sumatera Barat atas jamuan makan malam yang spesial, dengan makanan khas Padang yang sangat terkenal wenaak! Saya Bahagia:))

©Pekanbaru, 06 Juni 2016 @Cicajoli 

0 komentar:

Post a Comment

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.