Belajar dari ambisi Seorang Dosen

, , No Comments
Apa Cita-cita kamu? iya kamu yang jilbab orange.
Wanita di Candi Muara Takus
Saya : Mau jadi dan akan bekerja sebagai Panitera Pengadilan, Pak.
Dosen : Abstrak atau Konkrit?
Saya : Konkrit Pak (belum percaya diri)
Dosen : Apa? keraskan suaranya
Saya : Konkrit Pak!

Dosen merupakan seseorang yang berjasa dalam dunia pendidikan, dan akan dijumpai di tingkat kuliah, yaitu dikampus. Untuk itu, mahasiswa dituntut bersikap baik dan sopan kepada Dosen. Karena beliau lah yang akan membantu kita dalam proses belajar, nanti juga sebagai pembimbing dan bisa saja sebagai penguji.

Saya. Saya adalah gadis yang sedang menempuh pendidikan "yang kata mereka" adalah tingkatan atas dalam dunia pendidikan. Gadis yang senang di sapa dengan panggilan unik dan memiliki nama yang hampir sama dengan artis. Terkadang, ada yang memanggil "cak" yaitu kata terakhir dari artis tersebut. 

Di usianya sekarang, dia tidak sepenuhnya memikirkan tentang real name atau makna sebuah nama yang sesungguhnya sangat bagus dan memiliki arti yang cantik seperti wajahnya. 

Dosen saya adalah dosen luar biasa (aka: dosen luar yang didatangkan dari latar belakang hukum) beliau mengajarkan saya tentang "Im a Lawyer" ketika menjawab saya harus menaikkan volume suara hingga semua temen mendengar apa yang saya utarakan. Selain mengajar, beliau juga mendidik saya agar memiliki mental yang "jelas" tidak boleh menggunakan kata "mungkin" diawal kalimat, tidak boleh menjawab "tidak" hanya dengan gelengan (aka gerakan tubuh) beliau berkata bahwa kita bukan orang pertanian, bukan tataboga. Kita adalah orang hukum, yang harus tegas, jelas dan pasti.

Untuk kedepannya, setiap pertemuan sebelum belajar beliau akan melayangkan pertanyaan kepada saya dan temen-temen tentang materi mata kuliah. Apabila saya atau temen-temen tidak bisa menjawab, beliau akan menyuruh agar berdiri hingga jam mata kuliah berakhir. Jika terlambat 15 menit dari waktu yang sebenarnya, juga akan berdiri tetapi boleh absen. Dan saat belajar harus memiliki UUD 45 - UU PTUN dan buku yang bertema PTUN.

Dosen : Kalian percaya bahwa masuk dunia kerja susah?
Crowns : Percaya Pak.
Dosen : Maka dari itu setiap kita harus memiliki legal skill, yang menjadi poin agar pekerjaan yang nantinya akan mencari kita, bukan sebaliknya.

"Saya akan mengajak kalian menjalankan visi, itulah nama nya visi-oner. Ketika visi kita sudah sama, maka akan mudah melakukan proses nya, dari itu mulai sekarang ubah pola berfikir." Ucap Ilhamdi Taufik diakhir kelas. 

Pelajaran yang bisa diambil adalah ketahui siapa saya, mau jadi apa saya kedepan, bagaimana melakukan praktik agar cita dan cinta dapat tercapai dan/atau terwujud. 

©Pekanbaru, 20 February 2016 @Cicajoli 


0 komentar:

Post a Comment

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.