Sebagai Penumpang dalam Hidupku

, , No Comments
Penumpang sering dipake dalam berkendara, ibaratnya sebagai temen dalam mobil, diatas motor, kereta api dan pesawat. Nggak seru dong kalau cuma sendiri, nggak enak banget sendirian, jadinya kan jomblo. Bersama-sama lebih baik dari pada sendirian, dan manusia juga nggak bisa tahan sendirian.

Nggak hentinya gue ceritain tentang Papa, lebih banyak ide kalau tema nya Papa. Papa yang jarang banget marah, kalau Papa bisa- ia selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Setelah dengerin lagunya Seventeen berjudul Ayah yang khusus didedikasikan untuk seluruh Ayah di Indonesia, gue jadi semangat nulis.
Sewaktu kecil gue yang jadi penumpang. Yang menjaga dalam hidupku, mengajarkan yang terbaik, nggak pernah kelihatan lelah sebagai Ayah, Papa panggilan ke Ayah, selalu ingat Papa kalau ada yang salah sikap, kasihan bakal nama Papa yang jelek. Dulu, masih teringat ketika Papa yang nganterin ke TK pagi-pagi sebelum beliau kerja, padahal gue udah pake jasa antar jemput, karena bangun telat jadi selalu ketinggalan bis. Dulu juga pernah bareng sama Papa cari barang jualan, sempit-sempitan di mobil kecil, dan Papa yang nyetir. 

Suatu hari Papa pernah curcol kalau dia udah bosen nyetir, jenuh katanya. Kesehatan nya pun nggak mendukung lagi, kakinya udah mulai sulit untuk main-mainkan gas-rem-kopling. Katanya kesehatannya mulai menurun, udah nggak kaya dulu lagi. Katanya dan katanya yang buat sedih kalau di dengar.

Jujur, masih suka nanya pendapat ke Papa. Nanya tentang yang baru sekali gue denger, tentang kegiatan yang mungkin belum pernah gue tahu, apapun hal baru di dunia ini yang belum bisa gue pahami, pasti nanya ke Papa, baik atau buruk untuk dilakuin. Papa bagi gue arah yang paling jujur, kalau beliau nggak tahu pasti nyuruh searching, atau tanya ke yang lain.

Menjadi penumpang dalam hidup gue sampai sekarang, masih sama-sama di dunia ini untuk melawan kerasnya hidup di dunia, menjadi seorang yang membanggakan buat kesayangan kami, nggak akan lelah kalau masih ada temen, akan semangat kalau lihat Papa masih sehat, masih produktif, masih bisa enak di ajak ngobrol. Masih dikasih kesempatan bawa Papa ke Duri, jadi penumpang nya gue, yang ngasih tahu jalan, yang ngasih perintah dalam berkendara, masih ngasih tahu caranya mendahului, gimana caranya ngasih jalan ke mobil yang ingin mendahului dan semua yang baik dalam berkendara.

Seneng aja, nggak perlu sedih dengan keadaan yang bikin down . Masih banyak yang sayang dengan kita, masih banyak yang ngebantu kita, tetap optimis, dan jangan egois. :D

PS: Diceritakan ketika Papa sedang bobo ciang hehe~

©Pekanbaru, 23 Agustus 2015 @Cicajoli 

0 komentar:

Post a Comment

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.