Saat Bokap Nyamperin Mantar Pacar

, , 1 comment
sumber Internet
Gebetan dalam arti yang luas, adalah seorang yang spesial. Tapi belum tentu bakal jadi halal atau tidak, kembali lagi kepada ketetapan Allah, karena jodoh ada ditangan Allah, dan hanya Allah yang tahu.

Moment yang sangat fantastis menurut gue. Dari awal udah ada gelagat yang sedikit menggelitik, bokap nyuruh ngantarin undangan pernikahan anak sulungnya ke mom Tiur, cerita sedikit kalau mom Tiur adalah guru bahasa inggris gue sewaktu SMP di Pekanbaru.

Ngasih undangan nggak langsung ke beliau, karena kabar dari anaknya sang mama lagi diluar rumah, dan akhirnya undangan mendarat ditangan si kakak berkacamata sore itu. Hari berlalu hingga hari yang ditunggu terjadi, dari pagi udah mulai proses ini dan itu seperti ijab kabul yang dilakukan pagi harinya, dan disiang ada resepsi. Dari pukul 10.00 wib para undangan sudah mulai berdatangan dan tiap menit nya berganti.

Selain kerabat, keluarga dan orang-orang terdekat. Undangan juga dari tetangga, dari rekan-rekan nya gue, rekan nya bokap dan rekan nya nyokap. Nggak banyak sih rekan-rekan nya ortu karena mereka lama menetap di kota Duri sedangkan resepsi berlangsung di kota Pekanbaru.

Dalam pernikahan biasanya, kalau ortu akan berdampingan di pelaminan, ada pengantin-orangtua laki-laki dan orangtua perempuan. Dengan adanya alasan, ternyata bokap digantikan posisinya dengan abang. Bokap hanya duduk biasa, dan bebas mau nyamperin tamu yang datang. Hanya sekedar say hello atau sempet ngobrol santai beberapa menit saja.

Moment fantastis yang gue bilang diawal terjadi, dari pintu masuk muncul lah seorang wanita paruh baya dengan tampilan yang anggun dan bersahaja, mulai bersalaman dengan ibu-ibu yang jaga tamu, dengan senyum sumringah yang terlihat cantik. Bokap ternyata udah tahu duluan kalau wanita itu telah datang, diperhatikan dari jarak jauh dan ketika wanita itu sudah mendapati kursi yang baik, bokap mulai berjalan kearah wanita itu, dan menyapa.

Bokap dan wanita itu bersalaman, saling melempar senyum dan bokap memulai percakapan dengan pertanyaan: “Dengan siapa kesini? Wanita itu menyebutkan nama anak pertamanya || dan obrolan berlanjut.

Bokap gentle menurut gue, beliau mau nyamperin wanita yang pernah deket dengan dia, pernah jadi orang spesial di hidupnya, wanita itu mantan gebetan nya bokap. Mereka pernah menjalin hubungan sewaktu muda dulu, tetapi takdir tidak mempersatukan mereka, dan memilih mencari pendamping masing-masing. 

Nggak ada tu yang kaya zaman sekarang, kalau mantan ya mantan, nggak diurusin lagi, nggak di deketin lagi, nggak di inget-inget lagi dan kelakuan tersebut menurut gue nggak masuk akal. Hidup itu dituntun untuk jadi yang terbaik, untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ya kalau nggak suka dengan sesuatu, nggak usah di simpen lama-lama, lupakan aja.

 ©Pekanbaru, 18 Agustus 2015 @Cicajoli  

1 comment:

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.