Makan Enak, Nggak Selalu Mahal Bukan?

, , 1 comment
Sedari pagi yang dikerjakan semua tentang acara yang akan diadakan di Kantor Redaksi LPM Tabloid Saksi sore ini yang bertepat pada hari ini, 07 April 2015 telah berusia 3 tahun. Jatah gue adalah membuat pernak-pernik foto booth ala-alaan yang nggak tahan lama. 

Ngerjain tugas dimulai setelah selesai UTS Pidana Khusus, yang ceritanya jawab soal tidak sesuai dengan yang diminta, apa yang diminta malah yang lain di isi..Apa daya ini hanya sebuah UTS, nilai mah urusan belakang, yang jelas kita ngerjain nya tanpa main curang, hasil usaha sendiri lebih bangga dari hasil contekan. Ngomong-ngomong, nyontek masih zaman ya? haha-haha :p

Setelah print ini dan itu, ternyata waktu berjalan secara diam-diam dan tidak memberi kabar kalau ini waktunya lunch. asyiiik dengan kerjaan, tapi soal makan jangan dilupakan juga kaliyaaa. Makan harus diutamakan demi kesehatan, makan jangan sampai telat, karena akan mendatangkan penyakit, kalau bisa disegerakan. #eaaa

Seharga 12k plus teh manis hangat
seharga 12k plus Es teh manis 
seharga 12k plus Es teh manis
punya yang diatas, cuma beda piring.
Lauk di dalam kaca, bisa dipilih.
Nah, sudah pada lihat piring-piring para penikmat kuliner yang siang ini mencari kesenangan perut dan kantong? mau tahu ini dimana dan di daerah mana? dari pada penasaran, ini tak kasih tahu lokasi lengkapnya...
target lokasi
Sistem nya ambil makan bebas, kita sebagai pengunjung dipersilahkan ambil piring, nyendok nasi, dan pilih lauk sendiri, nggak pake layanan kaya' di hotel-hotel yang full service. Tempat nya juga nggak sebagus cafe atau restaurant bintang 5 yang ada di kota Pekanbaru, lokasi ini sangat sendu dan adem, kita cuma denger mobil dan motor yang berlalu lalang, dan menikmati angin sepoi ketika berangin, dan mendengar suara hujan ketika sedang hujan, tapi kalau panas nggak akan kepanasan karena ada atap sebagai pelindung.

Tempat duduk nya juga bukan sofa, tetapi kursi kayu panjang yang berhadapan. Hanya ada satu meja panjang dan 2 kursi panjang yang menemani, sangat tradisional sekali. Apalagi yang empunya sudah masuk kategori manula, sepasang suami istri asal Solo, dan kali ini si Bude sedang berada di kampung dan Pakde yang terlihat meng-handle warung hari ini. Tetap semangat Pakde, semoga dagangan nya laris manis setiap hari. DUKUNG Warung! :))

©Pekanbaru, 07 April 2015 @Cicajoli 

1 comment:

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.