Kutemukan Racikan Pak Ulis

, , 2 comments
Hai Senin, aku datang membawa cerita untukmu..Baiklah malam ini mau ceritain kegiatan gue dari pagi hingga sore hari yang dihabiskan di daerah Panam. Bergegas dari rumah menuju lokasi pertama adalah membayar tagihan air yang posisi nya di Jl. Teratai, setelah urusan selesai perjalanan dilanjutkan menuju Jl. Durian dan berikutnya menuju Jl. Jenderal tepatnya ke SDN 70 Pekanbaru untuk melakukan survey sekolah, dan dikemas dengan membeli Fresh Corn Friend didepan sekolah hiwhiw

Setelah semuanya berjalan sesuai rencana, perjalanan utama segera dimulai, yaitu menuju UR Panam. Disana cuma nyari wifi gratis, dan duduk-duduk manis sambil ngabisin waktu di hari senin. Ceritanya laptop gue mengalami trouble connecting yang udah gue usaha buat benerin tapi teteup nggak bisa tersambung. Alhasil gue bosen dan memutuskan untuk masuk ke dalam Perpustakaan.

"Tak ada rotan, akar pun jadi". Pepatah ini berhasil buat gue percaya bahwa apa yang nggak elu dapatkan pasti akan ada penggantinya. Ya, masih ada gadget yang nemenin gue selama di dalam Perpus. Gue coba nerapkan konsep "baca selama 20 menit dan setelah itu main gadget selama 5-7 menit". Tapi dalam kenyataan malah kebalik, gue menghabiskan 20 menit untuk fokus ke gadget dan 5 menit untuk baca beberapa buku yang udah gue ambil dari rak.. Hufft :( Skip the topic, and pukul sudah menunjukkan ke angka 03.15 PM...
  
 
No others...
Belum makan siang, karena lebih PW di perpus dengan fasilitas yang ampuh buat gue dan beberapa mhs/i betah berada di lingkungan yang masuk kedalam tempat Asri yang menyejukkan, angin sepoi dan nyanyian daun menemani manusia yang berada di sekitaran Perpustakaan UR.

"Kak, kita makan dimana?" Tanyanya
"Terserah mau dimana."Jawabku
"YAudah ke Pak Ulis aja, tapi kita keluar lewat belakang."Balasnya
"Oke."Jawabku.

Bergegaslah menuju Rumah Makan yang palang nya bertuliskan "Ayam Penyet Pak Ulis yang berada di Jl. Soebrantas, Panam. Tempat nya luas, tempat parkirnya mantep dan lokasinya di tepi jalan. Suai lah! Karena bukan jadwal makan siang, makan malam juga kecepetan jadi nggak terlalu ramai. Saat gue sampai di tempat ini, cuma ada 2 meja yang ada orang nya, sedangkan meja lain masih kosong.

Ayam Penyet
Seperti pada umumnya, setiap yang datang akan di layani dengan baik, di suruh duduk dan persilahkan melihat-lihat menu untuk segera melakukan pemesanan, dan memutuskan duduk di paling belakang, biar dekat dengan kendaraan juga. 

Adik gue mesan Ayam Penyet plus Nasi dan Teh Es Manis, pesanan nya sesuai dengan harga, pas dengan perut dan membuat hati dan senang. Ini karena faktor doi bukan pertama kali makan disini, sudah pernah kesini dan ini kunjungan kesekian bagi dirinya.
Capcay
Sedangkan gue mesan Capcay dan Lemon Tea Hangat, rasanya enak, kuahnya pas, taaapi ada kurang nya-- kurang banyak. Variasi sayurnya lebih dibanyakin lagi dan piring nya juga diganti dengan yang lebih lebar hihi dan anyway, 2 jempol buat Lemon Tea Hangatnya yang dapat menghangatkan badan serta mengontrol emosi dan otak gue :D

©Pekanbaru, 09 Februari 2015 @Cicajoli 

2 comments:

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.