Kenapa Namanya Madu Sialang?

, , 1 comment
Kenapa Madu Sialang? Nama pohon kah? Nama si lebah kah? Atau nama biasa tanpa alasan yang disebut masyarakat saja?

Madu Sialang itu sebenarnya memiliki arti hasil hutan bukan kayu, jadi sesuatu yang dihasilkan oleh hutan yang memiliki nilai itulah yang dinamakan Sialang. Banyak yang mengira bahwa Sialang itu adalah pohon, untuk memperjelas lagi bahwa Sialang berarti hasil hutan bukan kayu.
Hasil Panen
Perjalanan kali ini, team RH menuju ke Desa Pantai Raja Trans Sei Pagar, Kelurahan Sungai Pagar, Kec. Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar- Provinsi Riau. Tujuan ke daerah ini melihat langsung bagaimana memanen Madu, menelusuri setiap tempat dan merasakan makanan khas daerah ini yang di masak langsung oleh warga setempat.

UKM yang melakukan panen Madu Sialang, awalnya UKM ini dibina oleh WWF, hingga mereka siap membentuk kelompok koperasi, maka dari kesepakatan 4 kabupaten menggunakan Label Teso Nilo di madu sialang tersebut.
Details UKM
Dapat kesempatan emas ketika pertama kali saya ikut dalam perjalanan ini, dari pagi hari mobil melaju dengan normal menuju ke tempat tujuan. Pagi itu di MTQ sedang ada acara Toyota colour fun run yang mengakibatkan laju mobil memelan.

Perjalanan ke desa pantai raja membutuhkan waktu ±1.5 jam, rumah yang akan kami datangi ini tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi parkir mobil juga tersedia. Setelah tiba di tempat tujuan, kami dapat kesempatan bercerita bersama Bapak Ramli, yaitu ketua koperasi masyarakat. Bercerita tentang proses olahan madu setelah di panen, saat madu dipanen maka kadar air yang ada di madu masih banyak karena musim hujan, maka untuk mengurangi kadar air dimadu tersebut dilakukan proses pengurangan dengan menggunakan alat khusus. Apabila kadar air tidak di kurangi akan mengakibatkan madu dapat meledak setelah dikemas.
Lelaki ber-Kopiah adalah Pak Ramli
Dan sebagai orang yang akan ikut memanen Madu Sialang, maka harus banyak menggali informasi dari Pak Ramli. Pak Ramli berkata bahwa jarak yang aman adalah 50-100 meter dari pohon agar tidak tersengat lebah yang bisa bikin badan bentol-bentol. Beliau juga berbagi tips bagaimana ilmu itu dapat diteruskan, bagaimana meningkatkan kualitas Madu, dan sering - sering mengkaji bagaimana sebaiknya yang dilakukan, apakah menggunakan asap atau api saat mengambil madu? Kaji dengan akal bahwa cara itu dapat menggangu lebah dan lebah tidak akan datang lagi ke pohon tersebut. Dan itu sangat merugikan untuk UKM.

Juga bercerita kenapa ada banyak sarang madu, itu karena madu adalah makanan lebah. Mereka membuat madu banyak sekali untuk stock makanan apabila terjadi hujan terus-menerus dan apabila sari bunga sudah habis.
Sarang Madu
Saat kunjungan pertama saya ke Desa Pantai Raja ini untuk mengikuti panen Madu Sialang, untuk menuju ke pohon membutuhkan waktu sekitar ½ jam perjalanan, rutenya adalah dari rumah Pak Ramli kita menuju ke sungai untuk melakukan penyebrangan, menyebrang menggunakan besi mengapung yang tumpuan nya ada tali yang terpasang di pohon satu dengan pohon yang disebrang nya, dengan dikemudikan oleh 2 orang yang 1 sebagai pengemudi stir dan yang 1 sebagai penarik besi ke air. 

Biaya menaiki ini tidak ditentukan, karena sukarela saja. Disini dapat pengalaman baru, bahwa masih ada orang yang bekerja dengan upah sukarela, kalau dibayangkan besi seberat dan selebar itu hanya di kemudikan oleh 2 orang dan yang dapat dibawa bukan hanya orang tetapi mobil dan motor juga bisa menaiki besi mengapung ini. Super sekali...

Setelah melakukan penyebrangan, kami sempat singgah sebentar di warung makan yang tepat berada di kiri jalan. Disini kami disambut dengan ramah dan dihidangkan makan siang dengan lauk pauk bertema ikan. Ikan tokang salah satu nya, ikan ini ikan musiman yang hanya ada saat musim tertentu saja. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju pohon dengan menggunakan mobil, melewati kandang sapi dan berhenti di depan jalan yang akan menuju hutan. Masuk ke hutan sekitar 10 menit perjalanan akhirnya sampai di pohon yang menjadi tempat memanen Madu Sialang.
Tempat nen Panen
Pohon dibawah ini bernama Pohon Rengas yang diketahui terdapat 60 sarang di atas sana, tidak semua sarang yang dapat diambil. Hanya ±30 sarang saja yang dapat di panen, yang lain di biarkan diatas. Saat memanen, ada ember yang menjadi alat bantu dapat terisi 5-6 kg dalam satu ember serta tali sebagai alat untuk menaikkan dan menurunkan ember.
Pohon
Lebah yang ada di pohon rengas ini memiliki nama ilmiah Apis dorsata atau dikenal sebagai Lebah madu raksasa merupakan lebah madu Asia yang berhabitat di hutan, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan, karena itu sampai sekarang para ilmuwan belum berhasil membudidayakan Apis dorsata dalam bentuk tertutup. Sisiran sarang dapat mencapai 2 x 1 meter dengan estimasi hasil bisa mencapai 20 kg/sarang. (source)

Dan bagi yang ingin ikut memanen Madu Sialang, kamu harus melapisi tubuh dengan tebal sekali, menggunakan jacket tebal, sarung tangan berlapis serta celana tebah yang berlapis-lapis dan menggunakan sebo sebagai penutup muka, minimal jacket- celana dan sarung tangan yaitu 3 lapis.

Sekian perjalanan berharga saya beserta team, semoga bermanfaat dan bisa berpahala untuk saya.. Seeyou soon J
Rute di hutan

Hutan
Dengan usaha dan kerja keras maka kamu akan menemukan sesuatu yang memiliki Nilai yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri serta orang lain, teruslah explore apa yang ada disekitar kamu dan berbagilah ilmu yang kamu dapatkan ke orang lain, agar pahala selalu mengalir kepadamu ...

Ini #latepost banget loh, nge-Trip ini pada tanggal 14 September 2014, tetapi ceritanya baru di terbitkan tanggal 15 November 2014.. huu sudah 2 bulan yang lalu ~~!

1 comment:

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.