Perdebatan dalam Cetak Undangan Pernikahan

, , 5 comments
Versi undangan
Undangan menjadi sesuatu yang penting dalam melangsungkan resepsi pernikahan, selentingan kabar apabila tanpa undangan maka tidak sopan dan tidak menghargai. Yang pernah saya posting tentang resepsi pernikahan (cek disini). Dan sekarang saya akan berbagi tentang bentuk –bentuk dan keunikan dari sebuah undangan yang kita semua tahu tujuan nya adalah untuk mengundang saudara-saudara, teman-teman dan rekan kerja dalam resepsi pernikahan.

Dalam sebuah undangan ada beberapa item yang wajib dilampirkan, yaitu tanggal acara, lokasi pesta, nama pengantin, turut mengundang dll. Lebih kurang itulah isi dari sebuah undangan yang nantinya akan di bagikan ke nama yang telah tertera di undangan tersebut.

Membuat undangan yang keren dan unik menjadi pemikiran bagi kedua pengantin, karena resepsi pernikahan hanya di harapkan terjadi satu kali dalam hidup dan agar undangan mereka dapat disimpan oleh orang yang memegang nya maka ke istimewaan harus terdapat di undangan tersebut.

Cerita tentang undangan yang dicetak oleh kakak saya yang basic nya adalah seorang guru kimia dan calon nya bekerja di perusahaan batu bara di kalimantan, maka undangan mereka berisi simbol-simbol kimia dan batu bara dalam senyawa kimia, yang menurut saya itu unik untuk kalangan anak muda seperti mereka.

Nah tetapi ada pro dan kontra dalam pencetakan undangan tersebut, setelah undangan fix dicetak dan dikasih lihat ke nenek, ternyata nenek tidak suka dan meminta untuk diganti dengan yang biasa. Tetapi kakak saya tetep keukeuh ingin undangan ini, dan karena undangan bukan berasal dari kalangan kakak saja, tentu pasti ada juga dari teman nenek dan beberapa keluarga yang akan nenek undang. Lalu solusi terbaik adalah mencetak undangan versi kedua yang di design oleh Mama di percetakan Duri, undangan yang Mama cetak sama dengan undangan yang sering di kasih dari keluarga yang akan mengadakan resepsi, berbentuk persegi panjang dengan hiasan batik di kirinya dan peletakan nama tamu di sebelah kanan. Mengenai isi dalam sama saja dan tidak ada yang di ubah atau diganti dari undangan versi pertama, hanya saja nama panggilan Dhanis diganti dengan Rahma gegara Rahma lebih familiar di kalangan tamu Nenek.

Jadi, undangan yang disebarkan akan berbeda-beda. Untuk kalangan si kakak akan mendapat undangan versi pertama sedangkan untuk kalangan nenek akan mendapat undangan versi kedua. Kamu dapat undangan versi yang mana?

Karena nama saya berada si turut mengundang, maka saya dapat undangan campuran. Ada beberapa teman yang saya undang mendapat versi pertama dan ada juga mendapat undangan versi kedua. Overall, itu biasa terjadi- faktor generasi menjadi alasan terjadinya konflik dalam pemilihan undangan tersebut.

Hai pembaca, banyak pelajaran loh dalam melangsungkan acara resepsi pernikahan. Keluarga bisa tahu mana keluarga-keluarga yang benar-benar berjasa dalam acara, dan mana yang hanya datang dan menjadi tamu saja tanpa ikut berpatisipasi mensukseskan resepsi. Yah itulah manusia, sebelum disuruh gak akan sadar sendiri. Fuuft –“

©Pekanbaru, 15 Oktober 2014 @Cicajoli 




5 comments:

  1. Assalamu 'alaikum wr. wb.
    Pertamax lagi....
    Undangan untuk kakak mana dik?. Kakak mau undangan versi nenek aja deh. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikum salam wr.wb
      Yah acara nya sudah selesai kak.

      Delete
  2. Undangan kalau adat di kampung saya dalam bentuk kotak nasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kotak nasi? ada isinya juga ga? baru denger ada undangan pake kotak nasi :0

      Delete
    2. Ada kok. Ntar aku buat postingannya. Tapi bahasaku enggak halus :)

      Delete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.