Cause i'm your Lady

, , 9 comments
Bercerita tentang pasangan hidup akan sangat panjang dan akan menimbulkan banyak rasa. Rasa galau, tak percaya, belum yakin, belum siap dan sebagainya.

Aku bercerita tentang sosok seorang yang bernama lelaki, yang dari sejarah laki-laki pertama adalah Adam dan lelaki berikutnya dinamakan anak Adam yang dilahirkan dari generasi ke generasi berikutnya, dari seorang ibu di hari, bulan dan tahun yang berbeda-beda.

Seorang wanita maupun lelaki pasti akan memikirkan siapa sih pasangan hidup ku? Walaupun gak terlalu penting, terkadang. Tapi bagaimana pun kita harus memikirkan nya, sebentar pun Oke!. Aku merasa harus memikirkan tentang lelaki, bagaimana lelaki yang ku inginkan dan Allah pun ridho dengan hubungan kami, sama-sama mencari surga Allah bersama.

Mungkin aku beri karakteristik aja : "Aku wanita yang belum sempurna, aku pernah merasakan ketakutan, aku pernah berbuat kesalahan, aku pernah merasa bosan, aku pernah merasakan kecemasan, aku pernah sedih dan aku juga pernah merasakan kesenangan."

Lelaki dimana aku sedang merasa takut dia datang dengan cahaya penyejuk, lelaki dimana aku sedang melakukan kesalahan dia datang memberikan nasihat, lelaki dimana aku sedang bosan dia datang dengan membawa hiburan, lelaki dimana aku sedang cemas dia datang memberi ketentraman, lelaki dimana aku sedang sedih dia datang membawa ketenangan, lelaki dimana aku merasakan senang dia datang dan merasakan kesenangan bersama. Masih banyak lagi, lelaki dimana aku masih memiliki kekurangan dia datang sebagai penyempurna, lelaki dimana aku butuh contoh dia datang sebagai panutan, lelaki dimana aku diajak sama-sama berjuang dijalan Allah, lelaki dimana aku sedang labil dia datang dengan sosok yang dewasa, lelaki dimana aku sedang kangen Papa dia datang dengan sosok Papa yang hangat, lelaki dimana aku kaku dia datang mencairkan (emosi, keras kepala, ego) dan lainnya.

Bercerita tentang apakah itu saja cukup? Bagaimana ttg materi, itu gak penting kah? Menurut hemat ku, soal finansial itu kondisional, kita sama-sama hidup untuk berbuat yang terbaik. Berbuat terbaik untuk orang yang dicintai dan mencintai kita, bagaimana pun kondisi pasti akan lakuin sesuatu dan berusaha memberi yang terbaik.

Mungkin itu saja, Allah tahu yang terbaik untuk umatnya dan semoga apa yang dicari dan diharapkan datang sesuai waktunya. Aku yakin kita satu Agama, kita memandang langit yang sama, walaupun jauh dimata tetapi dekat dihati. Tetap berusaha dan berdo’a J

Bibit, Bobot dan Bebet. Lihat fisik nya, kelakuan nya, kerja nya, penghasilan nya, pergaulan nya, keluarga nya, dll (Kondisional). Overall, Aku butuh lelaki yang ukuran ketakwaan nya lebih besar dari segalanya...

©Pekanbaru, 05 Oktober 2014 @Cicajoli 

9 comments:

  1. Subhannallah... pilihan yang benar dik. Tepat sekali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga selalu menjadi pilihan yang baik juga Pak

      Delete
  2. Semoga Mendapatkan Jodoh yang terbaik... ^_^

    ReplyDelete
  3. Tumben-tumbenan bercerita tentang seorang yg berjenis kelamin laki laki.cieee ciee lagi suka sama .....cieeee :D
    Kaburrr


    ReplyDelete
  4. Bibit, Bebet dan Bobot..!!, iya mungkin yg terakhir tersebut [Bobot] yang dimaksud adalah kualitas ketaqwaan, atau Iman. Dan dalam memilih jodoh utamakan yang mempunyai keimanan yang berkualitas. Setuju sekali...

    Blog walking sista,..
    Salam blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah tepat sekali, okeoke salam Blogger :))

      Delete
  5. Hohoho, kali ini saya enggak sepemikiran dengan anda. Itu sih bukan terobosan. Tapi pemikiran yang datar.

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.