Donor Darah Pertama : I Feel Cold

, , 4 comments
Sudah 2 hari bazar buku dan donor darah berlangsung di Fakultas Hukum UR, ini adalah aktivitas yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Pihak al-Mizan memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan buku-buku yang diperlukan dan sudah sesuai dengan literatur yang dosen berikan. Beruntung kan? Iyaa, selain itu setiap pembeli diberikan diskon 5% hingga 10%. Wowo!

Dihari senin saya telah melihat mobil berukuran gede di lapangan kampus, dan pengen masuk ke dalam nya dan melihat apa sih yang ada di dalam. Dengan syarat menjadi pendonor bisa dengan mudah masuk ke mobil, oke... karena di hari senin saya sedang puasa maka saya mengurungkan niat untuk mendaftar, tenang masih ada hari esok.

Mobil gede ini hanya nongkrong selama 2 hari di lapangan kampus, senin dan selasa. Dan di hari ini saya menjalankan niat yang sempat tertunda kemarin, dengan berusaha santai dan merasa baik-baik saja saya mengisi formulir pendaftaran. Menjadi orang pertama mendaftar ada rasa kagum dan bangga pada diri sendiri hahaha...

Ketika nama saya dipanggil oleh kakak cantik itu, lalu menaiki tangga dan masuklah saya ke dalam mobil. Mobil nya beda banget dengan mobil yang lain, mobil ini sudah di sulap berbeda. Ada beberapa kursi, meja, TV dan peralatan medis lainnya terdapat disini.

Dari awal saya sudah merasa dingin, dari tangan sendiri tetiba dingin dan perasaan saya mulai berubah menjadi nano-nano. Pertama adalah cek golongan darah, saya ditanya apakah sudah sarapan? Apakah baru selesai menstruasi? Setelah itu  jari tengah saya di suntik, rasanya seperti di gigit semut? Kata orang seperti itu. Tapi kalau menurut saya itu seperti ditembak dengan peluru berukuran sangat kecil, dan hasil nya adalah Opositif.
Pengecekan golongan darah
Selanjutnya saya pindah ke kursi yang ke-2 untuk melakukan donor darah, saya ditanya apakah kamu takut? Tidak. Tarik nafas dan sebelum dihembuskan jarum telah tertusuk di tangan kanan saya,   saatnya menunggu hingga kantong penuh.

Terasa  loh saat darah tersedot, dan kalau ditanya gimana rasanya pasti saya akan bilang biasa saja. Sekitar 5-10 menit proses sedot darah berlangsung, saya sempat bertanya tentang mitos-mitos yang beredar selama ini.

“Kak, benar gak sih setelah donor berat badan bakal naik?” | Nggak dek J

Nah baca tuh, itu hanya mitos saja kok.

Akhirnya kantong darah saya penuh, pencabutan jarum dan motong memotong selang dilakukan. Selain darah masuk ke kantong juga ada yang dimasukkan ke tabung, disini saya mulai merasa oleng. Saya merasa lemas tetapi tidak pusing. Saya di pindahkan ke kursi yang lain, dan disini saya melihat semua nya putih. Makin lama semakin putih dan saya tidak bisa melihat tulisan maupun wajah siapa pun. Saya di tolong- saya disuruh tarik nafas dan lepaskan perlahan hingga beberapa kali dan berangsur merasa enakan, lambat laun saya stabil kembali.

Peristiwa itu terjadi akibat transfer darah ke kepala belum berjalan normal, maka kepala terasa pusing dan penglihatan mengabur, kata sang medis.
Sebelum semuanya terjadi.. i feel cold!
Penusukan jarum kedalam kulit..
Darah sudah mengalir lancar..
Foto diambil setelah keluar dari Mobil gede
Mendapatkan kartu donor dan vitamin/ mineral


©Pekanbaru, 09 September 2014 @Cicajoli 

4 comments:

  1. saya belum pernah mbk,nggak berani hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah! ayo di coba dong Mbak. Kenapa nggak beraniiii? gak ada monster kok :D

      Delete
  2. Saya jadi ingat saat donor darah yang pertama kali. Kebetulan ada seorang rekan kerja saya yang perlu darah A. Dan ternyata match dengan darah saya. Begitu sampai di PMI Pontianak, saya diperiksa. Lolos tes. Jadi deh donor darah. Waaah jadi curcol. Setelah donor saya dapat asupan obat obatan dan sejumlah makanan tertentu yang katanya bisa mengembalikan darah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha darahnya gak bisa kembali lagi Pak, obat-obatan itu sbg vitamin dan mineral serta makanan/minuman itu untuk menambah energi.

      Delete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.