Kebawah Jembatan Lagi

, , 2 comments
“Kapan mau belajar nya, Nak?” Papaku bertanya beberapa hari setelah kakak tertuaku mendaftar disalah satu khursus belajar di kotaku.
“Hmm, bisa aja nyo pap kalau sekarang. “ dengan ragu-ragu aku menjawab pertanyaan yang Papaku tanyakan.
“Yaudah tanya kakak mu dulu gimana-gimana nya, kalau udah yakin besok daftar ya...”

Malam nya aku bertanya kepada kakak tertuaku mengenai tempat dimana baik nya aku belajar khursus, pendapatnya adalah “ Kalau bisa jangan ditempat yang sama Ca, nanti ilmu nya sama aja dengan ilmu aku. Cari tempat khursus yang lain aja nanti kita bisa tukar-tukar ilmu, ceritanya.

Keesokan harinya, aku diberi beberapa money dan mulai mencari tempat khursus yang terjamin dan lokasinya pun tak jauh dari rumahku ataupun dari kampusku. Singkat cerita, akhirnya aku menemukan tempat khursus yang terletak di Jl. Teratai, lokasinya berada di tengah antara rumah dan kampus. Dan biaya di tempat khursus ini lebih murah ketimbang tempat khursus kakak tertuaku, FIX aku menjadi murid untuk beberapa hari disini J

Semalam nya papa, mama dan adik bungsuku sudah kembali ke Duri, karena aku mendaftar nya hari ini. Setelah melakukan adm dan pembayaran awal, aku mengabari papa bahwa aku sudah mendaftar di tempat khursus (Riau ----) , biaya nya segini dan hari ini sudah mulai latihan via sms. Beberapa menit kemudian balasan aku terima, “ Baik-baik belajar stirnya...!!!” hal biasa kalau di akhir sms ada tanda (!) karena itu sebuah peringatan agar akunya belajar dengan baik, dia Papaku.

Hari-hariku kedepan tidak hanya kampus-rumah dan apapun kegiatan informal lainnya, tetapi dalam 15 hari kedepan aku akan sering mampir ke Jl. Teratai dan belajar disana, ketika ada waktu kosong aku akan menyempatkan belajar yang berdurasi 60 menit itu. Sama seperti belajar biasa, aku diberi materi dari awal bagaimana cara kerjanya dan semua-semua nya aku di ajarkan dengan satu mentor yang akan menemani selama 60 menit.

Hari ke hari aku mulai bisa mengemudi walaupun masih ada kekurangan disana-sini, dan setiap latihan aku pasti mendapat kritik dan juga pujian dari mentor. Tidak setiap latihan aku mampu melakukan nya dengan baik, tetapi aku tetap berusaha agar apa yang telah mentorku berikan dapat dicerna dan dimengerti. Disini kita diberi teori dan langsung di praktekkan saat itu juga maka dari itu harus konsentrasi dan fokus.

Dalam 15 hari, materinya berbeda-beda. Dan aku tidak konsisten setiap hari latihan, karena ada beberapa alasan. Misalnya senin latihan dan latihan selanjutnya di hari kamis, tetapi aku berusaha agar tidak lupa dengan menuliskan apa yang telah ku dapatkan tadi di Blog pribadi. Mungkin kalian bisa melihatnya di sini Belajar Mengemudi

Akhir ceritanya, setelah berusaha yaitu belajar dengan baik, tibalah aku mendapat reward dari usaha tersebut. Hari terakhir belajar aku ditantang agar tidak mati mesin mendadak lagi, dan di buktikan aku berhasil tidak mati mesin mendadak dalam 60 menit perjalanan, Alhamdulillah.

In Action
Setelah latihan ke-15 itu aku diberitahu bahwa langkah selanjutnya adalah pembuatan License Plate, dan tunggu kabar kapan bisanya pembuatan license plate. Okedeh kataku.

Bertepatan di hari Rabu, 23 April 2014 aku dan murid lainnya menuju Satlantas Polresta Pekanbaru.
Room

Tarif
Patuhi lalu lintas, ingat apa yang sudah dipelajari dan praktekkan lah. Jadilah Pengemudi yang taat lalu lintas dan cek kendaraan sebelum berpergian. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan ^-^
~Sampai Jumpa~

2 comments:

  1. Hahahaaa.... ini juga lagi ngajari anakku nyetir, tapi masih SMP nggak terburu-buru, tunggu cukup umur. Selamat SIM barunya ya :)

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.