Melewati Waktu bersama Mereka

, , 4 comments
Pekanbaru- Berangkat dari rumah pukul 07.35am, matahari belum muncul dan suara ayam belum terdengar, saya sudah memulai aktivitas dengan senyum terindah dan muka memerah..cielah~ 
Dengan memakai pakaian Batik terlihat Anggun,besolek senatural mungkin tanpa kemenoran dan siap mengikuti training dasar Journalistik yang mengusung tema :" Bercengkrama dengan Dunia, Mengubah Dunia dengan kata-kata.


Lihat ..Betapa senang nya gue dipagi hari.
Dengan mengusung tema "Bercengkrama dengan Dunia..", ternyata dalam praktekkan benar-benar di ajak bercengkrama dengan Dunia. Karena dalam training jounalistik ini ada 3 narasumber yang didatangkan dari 3 Dunia yang berbeda, yaitu dari dunia Reporter, dunia Fotografer serta dunia Writer. Mantep kan... karena dalam satu ruangan terkumpul 3 Dunia yang dengan senang hati berbagi pengetahuan kepada makhluk-makhluk dunia Gobah huehehe.. Training diadakan di Ruang Video Confrence UR yang di taja oleh Tabloid SAKSI UR, terdapat 16 anggota muda Tabloid SAKSI yang dalam hal ini berada di posisi Peserta dan Anggota SAKSI yang telah memakai baju kehormatan.

Seperti acara-acara lain, setiap acara pasti selalu ada pembukaan dari Protokol, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, Kata sambutan dari ini itu, Ditutup dengan Do'a dan setelah itu baru acara inti dimulai. Dalam training kali ini Kak Rika sebagai Protokol, Bang Adi sebagai Pembaca Al-Qur'an, Kata sambutan dari PD II yaitu Bpk Haryono sedangkan yang membaca Do'a saya belum kenal :D 
Setelah Protokol memberikan kewenangan kepada Moderator dan moderator sudah naik ke atas panggung, berarti acara akan segera dimulai. Yang berperan sebagai Moderator dalam training ini adalah Bang Adil. Selama ± 10 jam, dengan antusias dan semangat yang membara mengikuti semua rangkain acara secara sistematis ihihi  dan pada akhirnya saya dan 15 teman lain nya di sah kan menjadi bagian Keluarga Besar Tabloid SAKSI UR..Horeee!!!
Vicon Room UR, Foto bersama Anggota Tabloid SAKSI

Senang 90persen...

Sepulang dari Gobah, kalau nggak salah pukul 06.00pm lewat pas waktu Adzan berkumandang saya keluar dan memutuskan berpindah ke Masjid melaksanakan shalat Maghrib berjama'ah, karena saya rasa akan telat kalau harus pulang dulu..

10 menit kemudian...

Aaaaa diluar Masjid ternyata gerimis komandan :O tapi tetap saya bantai pulang karena faktor sudah lelah dan kumal. Dengan percaya diri dan sok berani saya meluncur dan keluar pagar meninggalkan gobah.


Kehujanan diperjalanan pulang...basah 
Tepat di Jl. Sumatra hujan turun secara lebat menampar muka dengan kasar, sakit sekali. Penglihatan mulai kabur dan sepanjang perjalanan hanya menangis, walaupun tangisan kalah dengan air hujan yang mengalir deras di pipi, tak ada yang mendegar dan tak ada yang peduli. Ingin berteduh tapi takut sendirian, dan pada akhirnya memutuskan melaju sampai tiba di rumah.

Sedih 10persen...

4 comments:

  1. bagus lah kalo sedihnya cuma 10% , , ,
    daripada sebaliknya . . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hihi :)
      Senang mengalahkan kesedihan

      Delete
  2. Nangis dibawah guyuran hujan... Sihiyyyy...... :D

    ReplyDelete
  3. Nangis dibawah guyuran hujan... Sihiyyyy...... :D

    ReplyDelete

Hellow.. Jejak anda yang akan mengubah pikiran saya akan postingan ini, silahkan berkomentar dengan sopan.